Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir: Jika Pertumbuhan Ekonomi Minus, Jangan Kebanyakan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tidak akan jatuh terlalu dalam sisa tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 12 September 2020  |  11:57 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo
Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 bertajuk Optimis Bangkit dari Pandemi di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). - Kominfo

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan tidak akan jatuh terlalu dalam pada sisa tahun ini. Hingga semester I/2020, produk domestik bruto (PDB) Indonesia terpantau mampu lebih baik dibandingkan negara-negara kelompok 20 (G20).

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020 bisa membaik dibandingkan paruh pertama tahun ini.

“Kita berharap di kuartal tiga dan keempat atau sampai akhir tahun ini paling tidak [pertumbuhan ekonomi] kita bisa nol atau plus sedikit. Kalaupun minus, jangan kebanyakan,” kata Erick dalam orasi ilmiah Dies Natalis Universitas Padjadjaran, Jumat (11/9/2020) melalui layanan video conference.

Erick mengatakan bahwa posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara G20 lainnya seperti AS, Perancis, dan India pada semester I/2020 sebesar -5,30 persen.

Pada saat bersamaan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih terlihat baik dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Malaysia (-17 persen), Filipina (-16,50 persen), Singapura (-13,20 persen), dan Thailand (-12,20 persen).

Bahkan, lanjut Erick, ada beberapa riset yang mengatakan bahwa Indonesia dapat menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia pada 2024 karena krisis kesehatan ini.

“Pada 2024 bukan tidak mungkin dengan krisis yang dihadapi banyak negara justru kita ada kesempatan menyusul. Kalau ibarat perlombaan siput, semuanya lambat tapi Alhamdulillah selambat-lambatnya kita masih bisa masuk ranking 5 dunia pada 2024,” papar Erick.

Namun demikian, Erick mengaku saat ini prioritas pemerintah bukan ke pertumbuhan ekonomi tersebut melainkan menuju Indonesia sehat. Dirinya menyampaikan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan rakyat aman dari Covid-19 dan seterusnya melakukan reformasi layanan kesehatan.

“Kami tidak pernah bicara ekonomi didulukan. Indonesia bekerja adalah langkah berikutnya, baru kita bisa mengharapkan Indonesia tumbuh,” ujarnya.

Adapun, apabila ekonomi bergerak lagi pada awal tahun depan, diperkirakan pertumbuhan sektor yang duluan bangkit berasal dari sektor perdagangan, investasi, pariwisata, dan jasa

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi erick thohir
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top