Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Okupansi Lion Air Masih di Bawah 70 Persen, Didominasi Penumpang Bisnis

Perjalanan bisnis masih mendominasi penumpang yang terbang dengan pesawat perusahaan selama masa pandemi dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 September 2020  |  15:04 WIB
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Penerbangan maskapai Lion Air Group (LAG) masih didominasi penerbangan kepentingan bisnis. Tetapi, okupansinya pun masih di bawah kapasitas maksimal yang diatur pemerintah 70 persen. 

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait meminta agar upaya pemulihan sektor penerbangan dan pariwisata tidak hanya menjadi kepentingan maskapai saja, tetapi pemerintah dan masyarakat pun harus turut serta.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan ikut menjaga, kita jaga termasuk dunia penerbangan nasional. Saya takut hubungan antar wilayah terganggu jika penerbangan kembali diputus akibat pandemi Covid-19,” ujarnya dikutip Jumat (11/9/2020).

Edo, sapaannya, menjelaskan perjalanan bisnis masih mendominasi penumpang yang terbang dengan pesawat perusahaan selama masa pandemi dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga.

Pergerakan masyarakat untuk perjalanan bisnis mencapai 60 persen, kunjungan wisata 20 persen, dan 20 persen adalah perjalanan untuk kunjungan keluarga. Lebih lanjut, dia menegaskan perjalanan untuk bisnis masih mendominasi lantaran memang ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dihindari.

Menurutnya, moda transportasi pesawat lebih aman dibandingkan dengan moda transportasi. Hal ini lantaran di dalam pesawat terdapat teknologi yang memungkinkan adanya sirkulasi udara.

Tidak hanya itu, untuk menggunakan pesawat, penumpang juga harus menjalani dan memenuhi sejumlah protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker dan menjalani rapid test.

”Untuk Lion Air sendiri, load factor atau tingkat keterisian penumpang pesawat rata-rata masih berada di bawah 70 persen dari total semua penerbangan yang dilakukan perusahaan,” kata Edward.

Menurutnya, industri penerbangan dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID-19. Pemulihan sektor ini harus dilakukan semua pihak. Bukan hanya maskapai penerbangan, tetapi juga pemerintah dan masyarakat yang perlu bersabar dalam memulihkan ekonomi di tengah pandemic Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top