Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siasati Biaya Logistik, Kemenhub: Bisa Fokus Angkutan Laut

Kemenhub menilai salah satu cara untuk menyiasati biaya logistik yang masih tinggi yakni dengan memindahkan fokus logistik dari darat ke angkutan laut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 September 2020  |  11:21 WIB
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut biaya logistik Indonesia masih tinggi dan salah satu upaya menurunkannya adalah dengan memindahkan fokus logistik dari darat ke angkutan laut.

Staf Ahli Menteri Bidang Logistik Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan saat ini kondisi logistik di Indonesia dengan biaya logistik yang tinggi.

"Logistic Performance Index mempunyai tantangan yang luar biasa kedepan, Serta Ranking Global Competitiveness Index, dan Ease of Doing Business mengalami kenaikan setiap tahunnya, namun kita baru harus berusaha maksimal sehingga membutuhkan kenaikan yang lebih besar daripada kondisi saat ini” ungkapnya, Rabu (09/09/2020).

Sementara itu, Cris berbagi pengalaman pada saat berkunjung ke negara Ho Chi Minh melihat bahwa pemerintahan besar dukungannya kepada bisnis sehingga menyediakan berbagai infrastruktur. Indonesia juga sama memberikan dukungan, tetapi bisnis lebih efektif bisa jadi karena negara yang kecil.

“Dia berharap semoga di Indonesia bisa lebih efektif untuk memperbaiki Logistic Performance Index dan Ease of Doing Business”, imbuhnya.

Regulasi yang mengatur tentang multimoda seperti Perpres, Perda, Pemenhub dengan harapan menjadi kemudahan-kemudahan untuk pelaku bisnis bukan untuk mempersulit, tetapi mempermudah dalam menjalankan.

Definisi multimoda secara aturan itu adalah angkutan barang dengan menggunakan paling sedikit 2 moda angkutan yang berbeda atas dasar satu kontrak sebagai dokumen angkutan multimoda dari satu tempat diterimanya barang oleh badan usaha angkutan multimoda ke suatu tempat yang ditentukan untuk penyerahan barang kepada penerima barang angkutan.

Pasalnya, hingga saat ini perusahaan multimoda di Indonesia jumlahnya masih sedikit artinya tidak sebanding dengan kondisi negara archipelago yang darat, laut, udara yang sangat luas kemudian kereta api yang sudah ada. Lantaran dengan adanya berbagai moda transportasi diharapkan ada satu perusahaan angkutan multimoda yang memanfaatkan kemudahan.

"Orang ketika akan mengirimkan barang tidak harus kontrak dengan 1 sampai 5 perusahan tapi kita membuat untuk memudahkan dengan 1 perusahaan multimoda yaitu 1 perusahaan yang menghubungkan dari darat laut udara dan kereta api diharapkan biayanya akan turun," ujar Cris.

Share modal angkutan barang yang harus diperhatikan yaitu adalah Indonesia merupakan negara archipelago, namun angkutan masih didominasi oleh angkutan jalan raya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top