Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Per 9 September 2020, AS Cabut 1.000 Visa Pelajar dan Peneliti China

Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan kebijakan ini juga dimaksud untuk menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti yang dianggap berisiko bagi keamanan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 10 September 2020  |  07:26 WIB
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) -  Bloomberg / Stefani Reynolds
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) - Bloomberg / Stefani Reynolds


Bisnis.com, JAKARTA - Hingga 9 September 2020, Amerika Serikat (AS) telah melakukan pencabutan visa untuk lebih dari 1.000 warga negara Tiongkok berdasarkan mandat presiden pada 29 Mei 2020 lalu.

Kementerian Luar Negeri AS mengungkapkan kebijakan ini juga dimaksud untuk menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti yang dianggap berisiko bagi keamanan, Rabu (9/9/2020).

Sementara itu, Pjs. Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf mengatakan sebelumnya bahwa Washington telah memblokir visa untuk mahasiswa pascasarjana dan peneliti China yang terkait dengan strategi fusi militer China untuk mencegah mereka mencuri data dan melakukan penelitian sensitif.

Dalam pidatonya, Wolf mengulangi tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan serta aksi spionase oleh China, termasuk upaya untuk mencuri penelitian virus Corona, dan menuduhnya menyalahgunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi di AS.

Wolf mengatakan Amerika Serikat juga mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja yang diperlakukan seperti budak. AS juga menuntut agar China menghormati martabat yang melekat pada setiap manusia. Pernyataan ini jelas menjadi sebuah rujukan yang jelas untuk dugaan pelecehan Muslim di wilayah Xinjiang, China.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan tindakan pemblokiran visa itu diambil di bawah proklamasi yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 29 Mei 2020 sebagai bagian dari tanggapan AS terhadap pembatasan China pada demokrasi di Hong Kong.

“Mulai 8 Sep 2020, Departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara China yang diketahui tunduk pada Proklamasi Presiden 10043 dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa,” katanya, seperti dilansir Channel News Asia.

Dia mengatakan bahwa mahasiswa pascasarjana dan peneliti memiliki risiko tinggi yang tidak memenuhi syarat. Jumlah kelompok ini mewakili "sebagian kecil" orang China yang datang ke Amerika Serikat untuk belajar dan meneliti.

China mengatakan pada bulan Juni pihaknya dengan tegas menentang setiap langkah AS untuk membatasi siswa China belajar di AS dan mendesak Washington untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertukaran dan pemahaman bersama.

Sekitar 360.000 warga negara China belajar di AS, mendatangkan pendapatan yang signifikan ke perguruan tinggi AS, meskipun pandemi Covid-19 telah sangat mengganggu perkuliahan pada semester musim gugur ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china visa pelajar
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top