Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Butuh Rp12 Triliun Bangun Pengecasan Kendaraan Listrik hingga 2030

Pada tahap pertama, penyediaan infrastruktur pengisian listrik dilaksanakan melalui penugasan kepada PT PLN (Persero).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 01 September 2020  |  15:46 WIB
Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA
Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengharapkan agar investasi infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai meningkat signifikan dalam 10 tahun ke depan.

Berdasarkan roadmap pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), tahun ini investasi SPKLU direncanakan mencapai Rp309 miliar untuk membangun 180 unit SPKLU.

"Kami inginkan ada investasi sekitar Rp309 miliar tahun ini, naik drastis pada 2030 hingga Rp12 triliun untuk bangun 7.000-an unit SPKLU," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi dalam webinar Sosialisasi Permen ESDM No. 13/2020, Senin (1/9/2020).

Sementara itu, untuk infrastruktur stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU), tahun ini direncanakan dibangun 4.000 unit dengan nilai investasi Rp342 miliar.  Pada 2035, diharapkan investasi SPBKLU bisa meningkat hingga Rp1,92 miliar untuk membangun 22.500 unit SPBKLU.

Hendra menuturkan bahwa pada tahap pertama penyediaan infrastruktur pengisian listrik dilaksanakan melalui penugasan kepada PT PLN (Persero). Namun, ke depan, kolaborasi dengan badan usaha swasta sangat diperlukan untuk penyediaan SPBKLU maupun SPKLU.

Vice President of Technology Development and Standarization PT PLN (Persero) Zainal Arifin mengatakan bahwa adanya pandemi Covid-19 mendorong adanya revisi lini masa implementasi pengembangan SPKLU, terutama revisi mengenai proyeksi kebutuhan SPKLU.

"Dengan adanya pandemi di mana semua proyek postponed, makanya kami akan segera merevisi proyek ini, khususnya proyeksi kebutuhan. Seharusnya tahun ini akan ada SPKLU baru sebanyak 168 unit, tapi ini harus kami revisi," katanya.

Dengan keluarnya Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, PLN juga akan segera membuat roadmap pengembangan SPBKLU.  

"Untuk SPBKLU posisi PLN sampai sekarang open terhadap semua pihak yang ingin jadikan seluruh kantor pelayanan PLN sebagai charging untuk baterai swap," ujar Zainal.

Adapun, per Agustus 2020, PLN telah membangun 21 SPKLU di 12 lokasi yang tersebar di Jakarta, Bandung, Tangerang, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kendaraan Listrik stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU)
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top