Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Diskon OTA: Potensi Kenaikan Wisatawan Tak Diimbangi Kesiapan Daerah Wisata

Upaya platform OTA dengan program diskon tiket pesawat terhadap pemulihan pariwisata sangat berat.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  23:33 WIB
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\n
Suasana kawasan wisata Pantai Kuta yang ditutup sementara tampak lengang di Badung, Bali, Minggu (31/5/2020). Salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut masih ditutup dari aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. - Antara/Fikri Yusuf\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Ashari menilai potensi peningkatan jumlah wisatawan karena program diskon startup online travel agency (OTA) tidak diimbangi dengan kesiapan destinasi wisata dalam menjalankan protokol yang berdampak positif secara berkepanjangan.

Menurutnya, daerah destinasi wisata belum dilengkapi dengan penyesuaian-penyesuaian terkait dengan perubahan kondisi akibat pandemi Covid-19. Padahal, dia menyatakan paradigma industri wisata sudah bergeser dari mass tourism menjadi costumize tourism.

"Seperti misalnya kendaraan. Ini harus disesuaikan karena wisatawan tidak mau lagi menggunakan kendaraan yang besar. Tapi yang berukuran kecil untuk pemakaian yang lebih privat," ujar Azril kepada Bisnis, Senin (31/8/2020).

Selain itu, pelaksanaan protokol di maskapai penerbangan masih belum baik. Azril mengatakan posisi duduk penumpang pesawat masih bersebelahan secara langsung sehingga berisiko cukup besar bagi penularan Covid-19.

Dengan demikian, sambungnya, upaya platform OTA dengan program diskonnya terhadap pemulihan pariwisata sangat berat.

"Jadi, pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan protokol baik di maskapai maupun destinasi. Bukan hanya mengejar kuantitas wisatawan," tegasnya.

Pelaksanaan protokol yang buruk tersebut, lanjut Azril, bakal memengaruhi minat wisatawan dan bahkan berpotensi menjadi kontraproduktif dengan upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan sekotor pariwisata di Tanah Air.

Lebih buruknya, di dalam kondisi seperti saat ini potensi kenaikan angka wisatawan diperkirakan bakal berbanding lurus dengan angka kasus positif Covid-19.

Sebagai informasi, pekan lalu dua platform OTA terbesar Tanah Air, yakni Traveloka dan Tiket.com, menjalankan program potongan harga untuk semua rute penerbangan domestik.

Adapun, kedua platform memberikan diskon dengan kisaran Rp150.000 - Rp250.000 untuk setiap penjualan tiket dengan nilai transaksi minimum Rp1 juta hingga Rp2,5 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata tiket pesawat covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top