Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Triputra Agro Persada dan YKAN Laksanakan Program Pencegahan Karhutla

Program yang melibatkan masyarakat ini bertujuan untuk memajukan praktik pengelolaan kawasan hutan yang lestari, memberikan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  06:21 WIB
Senior Estate Manager PT Yudha Wahana Abadi (YWA) Karina Sembiring (kiri) dan Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau Heri Suparno (kanan) bersama tim Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sedang melakukan kunjungan di area HCV YWA di Desa Merapun di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  - YKAN
Senior Estate Manager PT Yudha Wahana Abadi (YWA) Karina Sembiring (kiri) dan Kepala Bidang Perlindungan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau Heri Suparno (kanan) bersama tim Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sedang melakukan kunjungan di area HCV YWA di Desa Merapun di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. - YKAN
Bisnis.com, JAKARTA - Triputra Agro Persada Group (TAP Group) bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam Program Pengelolaan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Terpadu.
Dikutip dari siaran resmi, kerja sama ini mengembangkan manajemen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpadu sebagai bagian dari model perencanaan desa secara komprehensif yang mengintegrasikan nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui pendekatan Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (Sigap). 
Sigap merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh YKAN untuk mendorong warga desa menggunakan kekuatan mereka  dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Dengan menggunakan pendekatan Sigap, kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) TAP Group dalam memajukan praktik pengelolaan kawasan hutan yang lestari, memberikan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis. 
Program ini berlangsung dalam tiga tahap dan akan dievaluasi setiap tahapnya. Tahap pertama berlangsung selama satu tahun, mulai dari bulan Juli 2020 hingga Juni 2021, di dua kampung binaan anak perusahaan TAP Group, PT Yudha Wahana Abadi (YWA).
Kedua kampung binaan itu adalah Kampung Merapun dan Kampung Muara Lesan, yang terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
"YKAN percaya bahwa upaya pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan selaras. Melalui pendekatan Sigap, kami membantu memperkuat tata kelola desa, mendukung pembangunan desa yang selaras dengan alam, memperkuat hak kelola masyarakat, serta mendorong kegiatan ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan,” ujar Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto.
Direktur Utama TAP Group Tjandra Karya Hermanto menyampaikan program DMPA memiliki tujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di desa binaan dengan mengoptimalkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Diharapkan, masyarakat bisa menemukan potensi dan mengelola sumber-sumber ekonomi yang baru dengan tetap menjaga lingkungan hidup sehingga menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pendekatan ini fokus pada partisipasi masyarakat lokal dan memastikan komitmen mereka dalam pengelolaan hutan dan sumber daya alam, sekaligus meningkatkan mata pencaharian melalui kegiatan ekonomi alternatif  di luar kawasan hutan. 
Kegiatan yang dilakukan dalam kerangka Sigap di antaranya merumuskan visi jangka panjang pembangunan desa, termasuk perlindungan hutan, merumuskan rencana pembangunan desa hijau yang terintegrasi, kerja sama pengelolaan hutan, dan akses dukungan keuangan.  
“Kami berharap, melalui kegiatan ini integrasi pendekatan Sigap kepada DMPA dapat mendorong partisipasi aktif warga untuk mengoptimalkan potensi desa dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan, sehingga mengurangi potensi karhutla,” ujar Direktur Utama YWA Joko Minto Cahyono.
Kerja sama kedua organisasi ini selaras dengan Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dari PBB, terutama target nomor 1 menghapus kemiskinan, nomor 2 mengakhiri kelaparan, dan nomor 3 kesehatan yang baik dan kesejahteraan,
Selanjutnya, nomor 4 pendidikan bermutu, nomor 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, nomor 10 mengurangi ketimpangan, nomor 13 penanganan perubahan Iklim, dan nomor 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.
Di samping itu juga mendukung pengembangan pembangunan berwawasan lingkungan yang dicanangkan melalui Pembangunan Kaltim Hijau oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Visi ini pula yang diemban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, yang menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam dengan mengedepankan kesejahteraan warganya.
Pemkab Berau telah mengadopsi pendekatan Sigap yang berhasil membantu meningkatkan Indeks Desa Membangun. Sebagai catatan, dari 99 kampung di Kabupaten Berau, sejak 2018 sudah tidak ada lagi status desa sangat tertinggal. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

triputra pt triputra agro persada Karhutla
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top