Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tertekan Pandemi Covid-19, Prospek Perhotelan Diprediksi Tetap Redup

Konsultan properti Colliers International memprediksi prospek industri perhotelan selama beberapa bulan ke depan, setidaknya hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, tetap redup karena masih tertekan pandemi Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  20:29 WIB
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (21/8/2020), yang dibuka kembali setelah ditutup akibatpandemi Covid-19. - Antara
Suasana objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (21/8/2020), yang dibuka kembali setelah ditutup akibatpandemi Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek industri perhotelan di Asia Pasifik diprediksi tetap redup mengingat ketidakpastian dan risiko gelombang baru Covid-19, demikian kajian konsultan properti Colliers International untuk kuartal III/2020.

Meskipun demikian, Direktur Eksekutif dan Kepala Hotels & Leisure for Valuation & Advisory Services Asia Colliers Govinda Singh yakin industri perhotelan segera pulih begitu pandemi mulai mereda.

Untuk mempersiapkan pembukaan kembali, lanjutnya melalui keterangan tertulis pada Jumat (21/8/2020), pebisnis perhotelan perlu mengambil pendekatan lintas disiplin sehingga hotel memiliki posisi yang baik untuk membangun kepercayaan publik dan menawarkan penawaran produk dan layanan yang menarik.

Hal itu, tutur Singh, memungkinkan hotel untuk berkembang di lingkungan operasi baru dengan pelanggan yang terus berkembang.

Kepala Riset Colliers International Indonesia Ferry Salanto menuturkan pengelola pada umumnya meminimalkan biaya operasional dengan memanfaatkan fungsi utama hotel mereka secara selektif, mengurangi jumlah karyawan, bahkan menutup sementara operasi mereka karena tingkat hunian anjlok.

Hotel-hotel di Jakarta dan Surabaya mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk pulih karena perlu didorong oleh lebih banyak aktivitas bisnis.

Sementara di Bali, jumlah wisatawan yang datang baik domestik maupun luar negeri turun signifikan. "Perlu waktu untuk pulih kembali," ujarnya.

Bali kemungkinan akan lebih bergantung pada wisatawan lokal untuk mendorong industri perhotelan di pasar yang lesu saat ini, sementara wisatawan mancanegara pulih lebih lama.

Segmen rekreasi akhir pekan diperkirakan memimpin pemulihan, didorong oleh permintaan perjalanan yang terpendam karena pembatasan perjalanan internasional dan tindakan karantina sebagian besar masih berlaku secara global kibat panbdemi corona.

Ditopang terutama oleh perjalanan bisnis yang penting, segmen perjalanan korporat harus kembali, diikuti oleh segmen rekreasi yang diperpanjang karena kepercayaan konsumen meningkat seiring waktu seiring dengan pencabutan pembatasan perjalanan internasional.

Pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran (MICE) dan segmen grup kemungkinan akan menjadi yang terakhir untuk pulih mengingat tingginya adopsi teknologi sebagai platform yang efektif untuk aktivitas MICE selama pandemi.

Kesehatan dan keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan perjalanan ke depan. Saat pasar mulai pulih, konsumen akan memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan kebersihan dalam hal perencanaan perjalanan dan pengambilan keputusan.

"Ruang pribadi juga akan menjadi lebih penting. Perjalanan mandiri akan didahulukan daripada grup dan orang-orang kemungkinan besar akan lebih memilih liburan yang dipesan lebih dahulu dan mencari pengalaman perjalanan dengan tujuan tertentu [kesehatan dan kebugaran, perjalanan lingkungan]," tuturnya.

Teknologi juga akan mengambil peran yang lebih penting dalam ekosistem wisatawan dan menjadi alat utama dalam menghidupkan kembali perjalanan.

Robot, chatbots, otomatisasi, teknologi pengenalan, kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), dan virtual reality (VR) akan menjadi semakin umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata perhotelan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top