Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinovac Siap Suplai 40 Juta Dosis Vaksin ke Bio Farma Mulai November 2020

Sinovac akan memberi prioritas untuk suplai bulk vaccine setelah Maret 2021 hingga akhir 2021.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  20:42 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri) mendampingi Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Gao Qiang dalam penandatangan MoU kerja sama Bio Farma dan Sinovac di Hainan, China, Rabu (20/8/2020) -  Istimewa
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kedua dari kiri) mendampingi Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kedua dari kanan) dan Direktur Riset dan Pengembangan Sinovac Gao Qiang dalam penandatangan MoU kerja sama Bio Farma dan Sinovac di Hainan, China, Rabu (20/8/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sinovac Biotech Ltd.,berkomitmen menyuplai bulk vaksin hingga 40 juta dosis mulai November 2020 - Maret 2021 ke PT Bio Farma (Persero) dan memberikan prioritas setelahnya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela kunjungannya ke China, Kamis (20/8/2020) untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan tiga produsen vaksin Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Menlu Retno yang didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir menyaksikan penanda tanganan MoU antara Sinovac dan Bio Farma.

MoU tersebut menyepakati dua hal, yakni pertama, menyepakati prelimanary agreement of purchase and supply of bulk product of Covid-19 vaccine terkait dengan komitmen menyediakan bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai November 2020 - Maret 2021 kepada Bio Farma.

"Kedua, MoU untuk komitmen kapasitas bulk vaccine 2021. Sinovac akan memberi prioritas untuk suplai bulk vaccine setelah Maret 2021 hingga akhir 2021. Ini adalah kerja sama cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac," kata Retno dalam press conference secara virtual Kamis malam.

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berarti Bio Farma sekedar membeli vaksin, tetapi juga dilakukan transfer teknologi.

"Ini kerja sama yang win-win. Bahwa Bio Farma bukan tukang jahit, tetapi kesepakatan Bio Farma dengan Sinovac ada yang namanya transfer knowledge dan transfer teknologi," ungkap Erick.

Hal yang sama juga ditekankan dalam kunjungan dengan Vice President Sinopharm dan Vice President Cansino. Keduanya juga tengah mengembangkan vaksin Covid-19.

Sinopharm dan Group 42 (G42) asal Uni Emirat Arab (UEA) telah melakukan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19. Sementara CanSino baru saja mendapat izin paten kandidat vaksin Covid-19 Ad5-nCOV pada 11 Agustus 2020.

Pada keesokan harinya, Jumat (21/8/2020), kedua menteri direncanakan akan melanjutkan perjalanan ke UEA untuk melakukan kunjungan terkait vaksin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin bio farma Virus Corona Sinovac
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top