Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Fokus Pemulihan Covid-19 Tahun Depan, Ini 5 Programnya

Dalam Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tertulis bahwa setidaknya ada lima program yang telah disiapkan Kemenperin dalam memulihkan sektor industri terdampak pandemi. Berikut rinciannya.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  17:04 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. - Dok. Kementerian Perindustrian
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. - Dok. Kementerian Perindustrian

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan merampingkan program prioritas dari sembilan porgram pada 2020 menjadi 4 program pada 2021. Adapun, pemulihan industri pasca pandemi Covid-19 masih akan menjadi salah satu fokus utama.

Dalam Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga tertulis bahwa setidaknya ada lima program yang telah disiapkan Kemenperin dalam memulihkan sektor industri terdampak pandemi.

Pertama, memafasilitasi pemenuhan kebutuhan bahan baku industri terdampak Covid-19. Kedua, memfasilitasi percepatan produksi ventilator.

Ketiga, optimalisasi industri alat pelindung diri (APD) dan masker dalam negeri. Seperti diketahui, er Juli 2020, telah ada 144 pabrikan APD medis sekali pakai dengan kapasitas terpasang mencapai 59,6 juta unit per bulan. Adapun, rata-rata utilitas 144 pabrikan tersebut mencapai 80,64 persen atau dapat memproduksi 48 juta unit per bulan.

Dengan kata lain, akan ada 432,65 juta unit APD medis sekali pakai yang diproduksi di dalam negeri hingga akhir 2020, sedangkan permintaan sampai akhir tahun diperkirakan hanya mencapai 11,7 juta unit. Alhasil, pabrikan APD medis sekali pakai lokal berpotensi mengekspor produknya sebanyak 420.91 juta unit pada tahun ini.

Keempat, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) yang terdampak Covid-19 melalui fasilitasi bahan baku dan bahan penolong. Terakhir, pelatihan wirausaha industri untuk pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat saat ini tenaga kerja yang telah terdampak oleh pandemi Covid-19 mencapai 7-8 juta orang. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang seelumnya tengah mencari kerja sekitar 7 juta, sedangkan jumlah tenaga kerja baru nasional bertambah sekitar 2,5 juta per tahunnya.

Seperti diketahui, lokomotif penciptaan tenaga kerja didorong oleh tiga aspek, yakni konsumsi rumah tangga, investasi, dan performa ekspor. Adapun, saat ini peningkatan konsumsi rumah tangga dan performa ekspor sulit lantaran daya beli masyarakat yang rendah.

"Pada tahun 2021, Kemenperin akan melanjutkan upaya pemulihan ekonomi pasca Covid-19 melalui perlindungan dan pengamanan industri dalam negeri, penumbuhan industri substitusi impor, serta pemulihan IM terdampak Covid-19," seperti tertulis dalam buku tersebut, Jumat (14/8/2020).

Selain pemulihan, Kemenperin tercatat juga akan tetap fokus mengatasi isu-isu dan permasalahan sektor industri. Kemenperin akan melaksanakan empat kegiatan dan output prioritas nasional, yakni yang terkait dalam digitalisasi, penguatan IKM, peningkatan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia, dan peningkatan nilai tambah.

Walakin, Kemenperin tampak akan lebih serius dalam mengembangkan produktivtas dan daya saing SDM dan perlindungan industri lokal berdasarkan target pada 2021.

Kemenperin menargetkan pada akhir tahun ini jumlah tenaga kerja industri kompeten lulusan diklat sistem 3 in 1 Kemenperin hanya mencapai 16.497 tenaga kerja. Akan tetapi, angka tersebut ditargetkan meroket lebih dari 5 kali lipat menjadi 86.500 orang.

Sementara itu, jumlah lulusan sekolah vokasi, politeknik, maupun sekolah menengah kejuruan rata-rata ditargetkan naik rata-rata sekitar 10,15 persen pada 2021.

Di samping itu, target penerbitan Standar Nasional Indonesia (SNI) ditargetkan naik 30,5 persen pada 2021 menjadi 77 standar dari target akhir 2020 sebanyak 55 standar.

Di sisi lain, anggaran yang disiapkan pemerintah pada Kemenperin akan ditingkatkan sebsear 51,98 persen pada 2021 menjadi Rp3,18 triliun dari alokasi tahun ini senilai Rp2,09 triliun. Sebagian besar anggaran Kemenperin pada 2021 akan berasal dari rupiah murni atau hinga 92,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian perindustrian Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top