Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reset Ekonomi Pascapandemi Covid-19, Ini Strategi KemenKop UKM

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyusun sejumlah fokus strategi sebagai arah kebijakan digitalisasi koperasi dan UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional pascapandemi virus corona (Covid-19).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  19:12 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki memberikan penjelasan pada ngorol bareng bersama para pelaku koperasi dan UKM tentang Omnibus Law di Jakarta, Senin (9/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki memberikan penjelasan pada ngorol bareng bersama para pelaku koperasi dan UKM tentang Omnibus Law di Jakarta, Senin (9/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyusun sejumlah fokus strategi sebagai arah kebijakan digitalisasi koperasi dan UMKM dalam pemulihan ekonomi nasional pascapandemi virus corona (Covid-19).

Deputi Bidang Restrukturisasi Kemenkop UKM Eddy Satria dalam pemaparannya berjudul Koperasi dan UKM Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjelaskan kementerian menyiapkan 4 strategi yang berfokus kepada digitalisasi koperasi dan UMKM.

Pertama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui sejumlah pelatihan; kedua, mengangkat produk-produk UMKM melalui komunitas dan aplikasi lokal; ketiga, digitalisasi UMKM; keempat, dukungan promosi dan pemasaran.

Strategi-strategi tersebut memiliki obyektif, antara lain mencapai target ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan perkiraan US$130 miliar pada 2025, dan mendigitalisasi 10 juta UMKM pada ahir 2020. Saat ini, jumlah UMKM yang terdigitalisasi saat ini mencapai 8 juta.

Sejauh ini, Indonesia memiliki lebih dari 60 juta UMKM. Sebanyak 13% di antaranya sudah menjalankan bisnis secara daring. Sementara 87% sisanya masih menjalankan usaha secara luring atau offline.

Selama Covid-19, produktivitas pelaku UMKM yang sudah menjalankan bisnis secara digital masih terbatas akibat terdampak pandemi.

Di samping itu, pelaku yang belum menjalankan bisnis secara digital juga memiliki sejumlah masalah, antara lain tidak adanya infrastruktur dasar, minimnya literasi digital, dan ketidaksiapan produk.

Laporan Kementerian Koperasi dan UMKM mengungkapkan, sejak 14 Mei 2020 hingga 15 juli 2020 jumlah UMKM yang migrasi dari cara konvensional ke digital bertambah 1.069.016 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm koperasi digitalisasi
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top