Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Fitch Tetapkan Peringkat BBB untuk Indonesia, Ini Pandangan Bos BI

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan afirmasi rating yang stabil ini merupakan bentuk pengakuan Fitch, sebagai salah satu lembaga pemeringkat utama dunia, atas stabilitas makro ekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah pandemi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Fitch Ratings mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil pada Senin, (10/8/2020).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan afirmasi rating yang stabil ini merupakan bentuk pengakuan Fitch, sebagai salah satu lembaga pemeringkat utama dunia, atas stabilitas makro ekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia yang tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19 yang menekan perekonomian global.

Menurutnya, hal ini didukung oleh kredibilitas kebijakan dan sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah.

"Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta terus bersinergi dengan Pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," katanya dalam siaran pers, Senin (10/8/2020).

Namun, Fitch memandang masih ada tantangan yang dihadapi, yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta sisi struktural seperti indikator tata kelola dan PDB per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara peers.

Perry menyampaikan Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan baik di sisi fiskal, moneter, maupun sistem keuangan secara berhati-hati dan terukur untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Dalam kaitan ini, berbagai indikator menunjukkan bahwa stabilitas makroekonomi masih terjaga sehingga turut mendukung ketahanan ekonomi nasional," jelasnya.

Adapun, inflasi pada Juli 2020 tercatat 1,54 persen (year-on-year/yoy). BI memperkirakan inflasi akan berada dalam kisaran sasaran 3%+1% pada 2020.

Defisit transaksi berjalan kuartal II/2020 pun diperkirakan tetap rendah dan investasi portofolio asing kembali mencatat net inflows.

"Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah secara point to point menguat 14,4 persen pada triwulan II 2020. Cadangan devisa pada akhir Juli 2020 meningkat menjadi USD135,1 miliar atau setara dengan pembiayaan 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," katanya.

Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia akan terkontraksi pada 2020, sebagai dampak dari penerapan kebijakan social distancing yang mempengaruhi konsumsi dan investasi, penurunan terms of trade yang bersifat temporer, dan terhentinya arus masuk wisatawan mancanegara.

Dampak dari pandemi sudah terlihat pada kontraksi sebesar 5,3% pada kuartal II/2020. Namun, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali meningkat menjadi 6,6% pada 2021.

Fitch juga menilai pemerintah telah merespons pandemi Covid-19 dengan cepat melalui berbagai kebijakan untuk mendukung sektor rumah tangga dan korporasi, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM).

Di samping itu, Fitch memandang kesepakatan burden sharing antara BI dan pemerintah dalam membiayai pengeluaran negara terkait Covid-19, akan membantu mengurangi beban bunga yang ditanggung pemerintah.

Fitch memperkirakan kesepakatan ini tidak akan memberikan tekanan inflasi pada 2020 seiring dengan permintaan yang masih lemah. Kebijakan moneter di Indonesia selama beberapa tahun terakhir pun dinilai kredibel dan memberikan keyakinan kepada Fitch bahwa kesepakatan burden sharing ini akan bersifat temporer (one-off).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper