Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Gojek & Grab Merger, Kemenhub Minta Penjelasan Pemprov DKI

Kemenhub sedang meminta Pemprov DKI Jakarta soal skema pembentukan entitas aplikasi baru untuk mewadahi "merger" Gojek dan Grab.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  14:59 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah mempelajari rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan membuat super apps integrasi transportasi dan membuat Gojek dan Grab 'merger' pelayanan dalam satu aplikasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan pihaknya masih akan meminta skema pembentukan entitas aplikasi baru ini seperti apa sehingga dapat mengintegrasikan angkutan umum massal hingga transportasi online.

"Saya lagi mau minta [Pemprov DKI Jakarta] presentasi dahulu skemanya seperti apa, kalau untuk integrasikan semua moda termasuk tiketnya ya bagus. Sekarang kami mendorong transportasi yang sistemnya terintegrasi [integrated system]," jelasnya kepada Bisnis.com, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut, integrasi dari sisi moda dan simpulnya yang memungkinkan perjalanan intermoda dan antarmoda akan memudahkan pergerakan masyarakat dalam bepergian.

Dia menegaskan super apps ini masih wacana dan akan meminta keterangan skema jelasnya kepada Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu, pemerintah pusat pun dapat menyatakan sikapnya dengan jelas.

Di sisi lain, menurutnya, implikasi yang terjadi akibat keberadaan super apps yang memungkinkan adanya layanan Gojek dan Grab dalam satu aplikasi sebagai konsekuensi bisnis dari masing-masing aplikator.

Adapun, pemerintah dalam hal ini fokus mengurusi aspek transportasinya, membentuk aktivitas yang lebih mudah, nyaman, sehat dan lancar bagi masyarakat bukan persaingan bisnisnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan aplikasi super atau super apps yang akan mengintegrasikan aktivitas transportasi di wilayahnya, termasuk 'merger' Gojek dan Grab dalam satu wadah.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya tengah berupaya mengoptimalkan pengguna angkutan umum dalam sistem transportasi dan transportasi online (daring) ada di dalamnya.

"Perspektif Dinas Perhubungan, selain mendorong transportasi terintegrasi, kami juga mendudukan angkutan daring jadi dalam rancangan ke depan. Ada super apps, ada Gojek dan Grab [di dalamnya], prinsip besarnya memfokuskan push and pull strategies," paparnya.

Dia menegaskan super apps ini termasuk dalam kerangka Jak Lingko secara keseluruhan. Pemprov DKI ingin mengkombinasikan kebijakan mendorong penggunaan (push) dan menarik penggunaan (pull) angkutan umum.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Pemprov DKI Ojek Online
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top