Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejaksaan Agung Kawal Pembangunan Rumah MBR

Selama ini, hampir 90 persen pembangunan rumah MBR pasti menghadapi kendala-kendala.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  20:35 WIB
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman
Warga melintas di proyek pembangunan rumah bersubsidi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia menggandeng Kejaksaan Agung untuk pengawalan dan pengamanan penyelenggaraan perizinan pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.

Hal itu dilakukan melalui penandatanganan pakta integritas pada Kamis (6/8/2020) oleh Ketua Umum DPP REI Paulus Totok Lusida dan Kejaksaan Agung yang diwakili Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis Idianto.

Paulus menuturkan Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat program penyediaan rumah rakyat.

Kerja sama ini merupakan inisiatif dari Kejagung RI sebagai pengawal penegak hukum di Tanah Air untuk mengawal proses perizinan di sektor properti khususnya perumahan subsidi untuk MBR.

"Masalah perizinan masih menjadi hambatan utama yang terjadi di hampir semua daerah. Lama waktu pengurusan perizinan dari awal hingga selesai rata-rata bisa mencapai dua tahun," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (7/8/2020).

Selama ini, hampir 90 persen pembangunan rumah MBR pasti menghadapi kendala-kendala. Dalam PP 64 tahun 2016 yang menegaskan pemberian kemudahan perizinan untuk rumah MBR sudah empat tahun berjalan, tetapi hampir tidak ada daerah yang menerapkannya.

Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis Idianto menuturkan program perumahan bersubsidi merupakan proyek strategis nasional yang menggunakan dana negara dan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, hal ini sudah sesuai tugas dan fungsi Kejaksaan Agung untuk mengawal dan mengamankan penggunaan uang negara maka langkah pengawalan dianggap perlu untuk memastikan sampai ke tujuan yakni masyarakat berpenghasilan rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung rumah bersubsidi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top