Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos OJK: Fase Survival Sudah Terlewati, Kita Sekarang Masuk Fase Recovery

Kondisi ini tercermin dari realisasi kinerja industri jasa keuangan yang sudah mulai membaik pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  18:41 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso. BISNIS.COM

Bisnis.com-JAKARTA- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan kondisi perekonomian dan industri jasa keuangan yang sempat tertekan akibat pandemi Covid-19 sudah mulai masuk dalam fase perbaikan.

Kondisi ini tercermin dari realisasi kinerja industri jasa keuangan yang sudah mulai membaik pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

“Kami memandang, fase survival telah dapat kita lalui dengan baik. Saat ini kita memasuki fase recovery dan kami bersama industri jasa keuangan siap untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam konferensi pers bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, Wimboh menjelaskan, pada episode pertama, upaya yang dilakukan yakni menyangga agar sektor keuangan dan riil tidak sampai bermasalah dan default yang akan membuat lebih sulit bangkit lagi.

Semua kebijakan fiskal dan moneter serta sektor jasa keuangan yang diambil untuk menjaga kondisi riil dapat tetap bertahan, termasuk lewat pendekatan dari sisi UMKM dan korporasi. Secara beriringan, di bidang jasa keuangan juga ada kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit dan mendapatkan dukungan likuiditas.

“Ini yang masa survival bisa kita lihat sampai Juni dan kita lihat sekarang beberapa sudah mulai bangkit. Berikutnya masa recovery, sudah ada tanda-tandanya lewat berbagai insentif Kemenkeu dan arahan Presiden agar mulai bangkit, di antaranya penjaminan subsidi UMKM dan korporasi,” ujarnya.

Wimboh menekankan kondisi likuiditas dan permodalan perbankan dan industri nonbank masih cukup terjaga, terutama dengan adanya penempatan dana Rp30 triliun di Bank BUMN dan Rp11,5 triliun di bank pembangunan daerah (BPD).

Selain itu, lanjut Wimboh, angka restrukturisasi kredit juga sudah mencapai Rp784 triliun dengan jumlah nasabah 6,73 juta.

“Karena pemerintah sudah mulai membuka berbagai aktivitas ekonomi dan belanja pemerintah sudah dan akan dimasifkan lagi, ini adalah orchestra recovery. Angkanya sudah mulai meningkat seperti kredit pada Juli tumbuh 2,27 persen yang tadinya 1,5 persen. Ini sesuatu yang sengaja kita lakukan dan kita harapkan protokol Covid lebih baik, masyarakat lebih confidence dengan berbagai perbaikan kalau memang diperlukan,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi OJK pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top