Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenparekraf Pastikan Hotel & Restoran Terapkan Protokol Kesehatan

Kemenparekraf telah menerbitkan buku panduan protokol kesehatan di bidang hotel, restoran, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Buku itu dibuat seaplikatif dan semudah mungkin dimengerti oleh lapisan masyarakat baik pengusaha, pelaksana, maupun pembina kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  20:51 WIB
Restoran menggunakan manekin yang diletakkan di kursi untuk menciptakan jaga jarak saat makan, sekaligus sebagai display jualan baju. - Antara
Restoran menggunakan manekin yang diletakkan di kursi untuk menciptakan jaga jarak saat makan, sekaligus sebagai display jualan baju. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan para pelaku usaha perhotelan dan restoran menerapkan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru.

Noviendi Makalam, Analisis Kebijakan Kemenparekraf, mengatakan protokol kesehatan berbasis CHSE (cleanliness, healthy, safety, and enviromental sustainability) yang diinisiasi Kemenparekraf sangat penting diterapkan oleh pebisnis hotel dan restoran dan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"CHSE akan menggerakkan semua kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. CHSE diperlukan agar kita mempunyai persamaan langkah menuju kebiasaan baru," ujarnya dalam keterangan pers pada Rabu (5/8/2020).

Noviendi menjelaskan Kemenparekraf telah menerbitkan buku panduan protokol kesehatan di bidang hotel, restoran, dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Buku itu dibuat seaplikatif dan semudah mungkin dimengerti oleh lapisan masyarakat baik pengusaha, pelaksana, maupun pembina kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Achmad Syahreza, Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Strategis Kemenparekraf, menambahkan bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan sehingga para pelaku usaha dan ekonomi kreatif harus dapat menjalankan protokol kesehatan sebaik-baiknya. Hal itu bertujuan membangun rasa percaya dan aman bagi wisatawan.

"Sekarang yang terpenting adalah membangkitkan rasa percaya sehingga wisatawan mau berwisata lagi tapi tetap aman dari Covid-19," kata Syahreza.

Dewi Coryati, Kapoksi Komisi X DPR RI, mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan lama menuju kebiasaan baru dalam hal perilaku masyarakat sehingga selama vaksin belum ditemukan maka tren berwisata akan mendorong wisatawan memilih destinasi wisata dengan lingkungan yang memiliki protokol kesehatan yang memadai, termasuk hotel dan restoran sekitar tempat wisata.

"Tren wisata kini yaitu wisata alam atau ecotourism, kearifan lokal, destinasi jarak pendek, atau travel domestik, destinasi yang bersih, aman, sehat, dan dengan protokol kesehatan," ujar Dewi.

Dokter Alain Sihombing, Senior Medical Consultant Alodoketer, menyebutkan untuk mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja khususnya di bidang perhotelan dan restoran yang kerap berinteraksi dengan masyarakat, penerapan protokol kesehatan sangat penting.

Penerapan protokol kesehatan itu berupa rajin mencuci tangan, membersihkan area hotel atau restoran, selalu menerapkan physical distancing, hingga selalu menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Apalagi di restoran dan hotel, kami sarankan untuk memperbanyak spot-spot cuci tangan, terlebih lagi kepada rekan-rekan yang memegang makanan langsung, seperti koki, atau yang membawa makanan ke pelanggan,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel restoran Virus Corona
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top