Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pesan Jokowi untuk Satgas PEN: Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Presiden Jokowi berpesan kepada Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk bisa menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal III dan menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  17:18 WIB
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers soal program baru bagi UMKM untuk melewati pandemi Corona di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). / Biro Pers Sekretariat Presiden / Lukas
Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers soal program baru bagi UMKM untuk melewati pandemi Corona di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). / Biro Pers Sekretariat Presiden / Lukas

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Pemulihan dan Trasnformasi Ekonomi Nasional mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni menjaga pertumbuhan ekonomi kuartal III agar tidak negatif. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga Indonesia agar tidak jatuh ke jurang resesi.

“Satgas ekonomi diberikan pesan khusus oleh beliau agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi,” kata Ketua Satgas Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers dari Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Seperti diketahui, pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi negatif. Apabila hal ini berlanjut pada triwulan berikutnya, maka Indonesia masuk dalam kondisi resesi ekonomi dan akan sulit bangkit pada penghujung tahun.

Selain itu, kata Budi, Presiden Jokowi juga menitipkan tugas untuk menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Dan menjaga agar level income-nya bisa dipertahankan di level yang cukup untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dia menjelaskan hasil diskusi dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional bahwa krisis ekonomi saat ini bebeda dengan kondisi krisis sebelumnya yang pernah dihadapi Indonesia. Pada tahun 1998, 2008, dan 2013, krisis ekonomi disebabkan oleh industri keuangan.

Sementara itu, kali ini krisis ekonomi disebabkan oleh krisis kesehatan. Dengan demikian, program ekonomi harus seiring dengan program menjaga kesehatan masyarakat.

Terkait hal tersebut, pemerintah akan berupaya mengembalikan rasa aman masyarakat untuk kembali beraktivitas di luar rumah secara bertahap. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga Indonesia tidak jatuh ke jurang resesi.

Aktivitas di luar rumah diyakini akan mempercepat pemulihan ekonomi. Pasalnya, kegiatan secara virtual yang selama ini dilakukan di tengah upaya memutus rantai penularan virus Corona mengurangi aktivitas ekonomi secara drastis.

Dia melanjutkan, rasa aman untuk kembali beraktivitas dapat muncul apabila masyarakat meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

“Gampangnya itu cuci tangan, menjaga jarak dan pakai masker. Jadi 3 M itu saja kalau kita jalankan disiplin, kita ubah perilaku kita dengan 3 M itu harusnya risiko penularan bisa kita kurangi,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pertumbuhan Ekonomi pemulihan ekonomi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top