Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Prioritaskan Kasih Pinjaman ke Anies dan Ridwal Kamil. Kenapa?

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Banten, bersama 19 kabupaten/kota lain, telah mengajukan proposal proyek yang ingin dibiayai kepada pemerintah pusat.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  11:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengungkap alasan kenapa DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) menjadi dua provinsi pertama yang mendapat pinjaman dana pembangunan dari pemerintah pusat.

Sri Mulyani menjelaskan hingga Juni lalu, sudah ada 22 provinsi yang telah mengajukan proposal proyek yang ingin dibiayai kepada pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur. Dari jumlah tersebut ada tiga provinsi yang terpilih menjadi pionor yakni yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Banten.

Jakarta dan Jabar menjadi dipilih menjadi wilayah prioritas karena pengaruhnya terhadap produk domestik bruto (PDB/GDP) Indonesia begitu besar. Daerah ini juga termasuk yang terdampak cukup dalam akibat pandemi Covid-19.

"DKI Jakarta itu sekitar 18 persen GDP kita. Kalau DKI Jakarta dan Jawa Barat bisa bangkit, dua itu sekitar 30% GDP kita. Jadi pengaruhnya besar ke perekonomian nasional," jelasnya usai penandatangan perjanjian kerja sama antara PT Sarana Multi Infrastruktur dengan Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat di Jakarta, Senin (27/7/2020).

DKI Jakarta mengajukan pinjaman Rp12,5 triliun, dengan rincian Rp4,5 triliun untuk tahun ini dan Rp8 triliun tahun depan.

Proyek yang akan digarap oleh Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya, di antaranya infrastruktur air bersih, penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, transportasi, pariwisata, dan olahraga.

Sementara untuk Jawa Barat, total pinjaman yang diajukan Gubernur Ridwan Kamil dan jajarannya yakni mencapai Rp4 triliun. 

Sebanyak Rp1,9 triliun untuk 2020, serta Rp2,09 triliun untuk tahun ini, dengan rincian proyek untuk pembangunan RS, jalan, jembatan, perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan penataan kawasan khusus.

Adapun, Pemerintah Provinsi Banten mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp1,9 triliun. Namun, pemerintah daerah tidak ikut hadir dalam seremoni penandatangan perjanjian kerja sama tersebut. 

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pinjaman kepada para kepala daerah ini akan disalurkan lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero. Jangka waktu pinjaman maksimal hingga 10 tahun. 

"Kami berikan grace period maksimal 24 bulan atau selama tenggat waktu penyelesaian proyek tersebut." 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani anies baswedan ridwan kamil pemulihan ekonomi
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top