Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirut Garuda Indonesia Jamin Poin Miles Tidak Hangus

Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjamin poin miles yang dimiliki pelanggan tidak akan hangus dan perusahaan tidak akan membuat kebijakan yang bersifat kontraproduktif.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  20:50 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\n
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017). - Bisnis/Dedi Gunawan\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Garuda Indonesia memastikan tidak akan merugikan pelanggan yang memiliki poin miles, baik yang telah ditukarkan menjadi tiket maupun yang belum, selama masa pandemi Covid-19.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjamin poin miles pelanggan tidak akan hangus. Terlebih, saat ini maskapai sedang berjuang untuk mengembalikan kepercayaan penumpang.

"Bahkan tiket yang paling murah kami akan ganti jadwal menjadi fleksibel. Kami tawarkan waktunya dan kami tidak mau blame," kata Irfan, Jumat (24/7/2020).

Dia menambahkan poin miles adalah penghargaan berbentuk poin yang akan diberikan maskapai saat penumpang melakukan transaksi. Adapun, saat ini pamor transportasi udara sudah kalah dengan transportasi darat.

Pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah-langkah, yakni pengaturan jarak tempat duduk di dalam pesawat agar penumpang merasa aman dan nyaman. Perusahaan juga mengatur fleksibilitas pemesanan tiket kepada calon penumpang.

Penumpang, lanjutnya, bisa mengubah tanggal penerbangan tanpa biaya tambahan. Apalagi dalam kondisi pandemi ini, segala kondisi belum tentu pasti.

Irfan mengakui tingkat keterisian penumpang maskapai dalam beberapa waktu terakhir masih minim. Pergerakan yang tercatat per hari bahkan belum menyentuh 50 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Pihaknya menuturkan masyarakat yang menggunakan jasa layanan maskapai adalah yang memiliki keperluan mendesak ataupun tugas dinas. Akan tetapi, untuk mengoptimalkan utilitas pesawat, perseroan mengoptimalkan angkutan barang.

"Saat ini ada lebih dari sepuluh pesawat yang khusus terbang mengangkut logistik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia maskapai penerbangan

Sumber : Tempo.co

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top