Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menhub Budi Karya Coba Pulihkan Industri Maskapai, Ini Caranya!

Menhub Budi Karya Sumadi berupaya memulihkan industri maskapai yang kondisinya sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  19:30 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih berupaya memulihkan sektor transportasi udara yang mengalami tekanan pada masa pandemi Covid-19. Kondisi ini justru berbeda dengan yang dialami oleh moda transportasi kereta rel listrik (KRL).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan kondisi yang dialami oleh maskapai penerbangan justru sebaliknya terjadi di transportasi perkotaan seperti KRL Jabodetabek. Minat penumpang tetap tinggi walaupun pengendalian transportasi melalui penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan, diantaranya pembatasan kapasitas maksimal penumpang dalam satu gerbong, dan sebagainya.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan seperti, menyediakan armada alternatif selain KRL seperti bus dan upaya pemberlakuan jam kerja yang tidak berbarengan antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya, untuk mengurangi kepadatan.

Namun, di sektor perhubungan udara secara global sangat terdampak oleh pandemi Covid-19, termasuk Indonesia, dengan jumlah penumpang pesawat menurun tajam sejak kuartal I/2020. Pada Juli 2020 performanya mulai meningkat dengan pergerakan pesawat meningkat 42 persen.

Kondisi itu setelah dilakukan sejumlah upaya-upaya bersama antar stakeholder penerbangan dan juga dengan pihak terkait seperti Kemenkes dan Gugus Tugas. Diantaranya penambahan kapasitas maksimal penumpang pesawat menjadi 70 persen, perpanjangan masa berlaku rapid test/PCR tes dari 3 hari menjadi 14 hari, pengisian Health Alert Card secara daring, dan lain-lainnya.

“Saat ini kami terus mencari rumusan kebijakan yang pas yang memperhatikan keseimbangan antara dua pihak yaitu konsumen dan perusahaan transportasi. Bagaimana konsumen bisa bertransportasi dengan aman dan sehat, dan bagaimana perusahaan transportasi dapat tetap bertahan dan beroperasi di masa pandemi ini dengan sejumlah aturan protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas penumpang, dan sebagainya,” jelasnya, Rabu (22/7/2020).

Di satu sisi Kemenhub berupaya agar industri transportasi dapat kembali pulih, sementara di sisi lain Kemenhub juga berupaya membangun kembali kepercayaan masyarakat untuk bertransportasi dengan aman dan sehat.

“Upaya-upaya maupun terobosan yang dilakukan itu tidak cukup hanya mengandalkan Pemerintah Pusat, tetapi perlu kolaborasi yang baik antara Kementerian/Lembaga, Pemda, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top