Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumah DP RP 0 Nuansa Cilangkap Rampung Tahun Depan

Untuk pembangunan 4 tower berisi 860 unit rumah Samawa diperlukan dana Rp800 miliar
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  22:38 WIB
Ilustrasi-Rumah DP nol rupiah di Rorotan Cilincing Jakarta Utara - JIBI/Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh
Ilustrasi-Rumah DP nol rupiah di Rorotan Cilincing Jakarta Utara - JIBI/Nur Faizah al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Perumda Pembangunan Sarana Jaya menargetkan pengerjaan konstruksi Rumah Samawa atau Solusi Rumah Warga DP Rp 0 Nuansa Cilangkap rampung 30 persen akhir tahun ini.

Direktur Utama PD Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan menuturkan saat ini pembangunan Rumah Samawa DP Rp 0 Nuansa Cilangkap baru pada tahap pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Diharapkan tahun depan sudah rampung, sekarang masih mengurus IMB, izin awal sudah ada,” kata Yoory melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Ihwal anggaran untuk Nuansa Cilangkap, Yoory menyebut kurang lebih Rp200 miliar per tower. Dengan demikian untuk pembangunan 4 tower di Nuansa Cilangkap bakal menelan sekitar Rp800 miliar.

“Di Cilangkap kami merencanakan membuat 860 unit ke dalam 4 tower,” kata Yoory.

Sebelumnya, potensi kerugian negara ditemukan dari pembangunan rumah dengan uang muka nol rupiah atau Rp0 di DKI Jakarta.

Temuan itu diperoleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta terkait pelaksanaan kegiatan PD Pembangunan Sarana Jaya pada proyek Tower A Klapa Village, Jakarta.

Temuan tersebut merupakan satu dari sembilan temuan tertanggal 25 Oktober 2019, terkait laporan hasil pemeriksaan kepatuhan (LHPK) pada PD Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ) tahun buku 2018 dan 2019 seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (18/7/2020).

Temuan itu yakni denda keterlambatan senilai Rp4,73 miliar dan potensi kelebihan pembayaran pekerjaan senilai Rp4,55 miliar pada pelaksanaan kegiatan proyek Tower A Klapa Village.

Dengan temuan itu, BPK merekomendasikan kepada Direktur utama PPSJ agar memproses dan mempertanggungjawabkan dengan cara memotong pembayaran terakhir dan potensi kelebihan pembayaran terakhir atas potensi kelebihan pembayaran pekerjaan Tower A DP 0 rupiah Klapa Vilage yang dilaksanakan PT TEP senilai Rp4,55 milar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BPK juga merekomendasikan Dirut PPSJ untuk menagih denda keterlambatan PT TEP senilai Rp4,73 miliar dan menyetorkan ke rekening KSO ST.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dp nol rupiah
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top