Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Studi : Penetapan Harga Karbon Kurangi Emisi

Penelitian tersebut dilakukan oleh The Australian National University (ANU) dan Universitas Macquarie. Riset itu diterbitkan di jurnal Environmental and Resource Economics pada 19 Juni 2020.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  12:57 WIB
Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China - Reuters
Asap membubung dari cerobong-cerobong asap sebuah pabrik pemanas di Jilin, China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Sebuah studi menunjukkan bahwa penetapan harga karbon sangat mengurangi emisi. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar pemerintah di seluruh dunia harus menjadikan harga karbon sebagai bagian dari rencana mereka untuk mengurangi emisi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh The Australian National University (ANU) dan Universitas Macquarie. Riset itu diterbitkan di jurnal Environmental and Resource Economics pada 19 Juni 2020.

Studi tersebut meneliti tren emisi karbon dari 142 negara sejak dimulainya penetapan harga karbon pada 1990. Di antara negara-negara yang diteliti, 43 negara memiliki harga karbon dari beberapa jenis pada akhir periode penelitian.

Studi ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan harga karbon rata-rata memiliki tingkat pertumbuhan tahunan emisi karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil yang sekitar dua poin persentase lebih rendah daripada negara-negara tanpa harga karbon.

"Rata-rata, emisi karbon dioksida turun dua persen per tahun selama periode 2007-2017 di negara-negara dengan harga karbon dan meningkat tiga persen per tahun di negara-negara lain," kata Paul Burke, salah satu anggota tim penelitian, sepeti dikutip dari laman The Australian National University, Selasa (14/7/2020).

Dengan demikian, lanjutnya, ini adalah perbedaan lima poin persentase. Studi mereka menemukan bahwa sekitar dua poin persentase tampaknya disebabkan oleh harga karbon dan sisanya menginduksi faktor-faktor lain termasuk teknologi yang meningkat, kebijakan energi terbarukan dan perbedaan dalam tarif pajak bahan bakar.

"Dengan menggunakan berbagai pendekatan estimasi, kami telah menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara adopsi harga karbon dan pengurangan pertumbuhan emisi karbon," ujarnya.

Salah satu anggota tim peneliti lainnya, Frank Jotzo mengatakan temuan ini memberikan pesan sangat jelas kepada pemerintah di seluruh dunia bahwa harga karbon harus menjadi bagian dari rencana mereka untuk mengurangi emisi.

"Pesan kepada pemerintah tidak bisa lebih jelas. Penetapan harga karbon berfungsi, dan biasanya sangat berpengaruh,” katanya.

Dia menambahkan emisi Australia dari pembakaran bahan bakar fosil turun selama 2012-2014 ketika mekanisme penetapan harga karbon diterapkan, kemudian naik lagi dan stabil pada 2019.
"Sementara pendekatan yang dirancang dengan baik akan mencakup kebijakan pelengkap seperti dukungan untuk penelitian dan pengembangan rendah karbon, harga karbon idealnya harus menjadi pusat dari setiap strategi pengurangan emisi serius dalam ekonomi yang berorientasi pasar," kata Burke.

Mantan peneliti ANU yang kini berbasis di Macquarie University, Rohan Best, mengungkapkan untuk mendapatkan model pembangunan rendah karbon, bukti menunjukkan bahwa menetapkan harga pada karbon adalah cara yang sangat efektif untuk dilakukan.

"Menempatkan harga pada karbon harus mengurangi emisi, karena itu mengubah harga relatif demi opsi yang lebih bersih. Teori ekonomi sangat kuat. Dan sekarang kami telah menemukan bukti kuat bahwa teorinya bekerja dan Anda dapat melihat proses ini dalam praktik di banyak negara di seluruh dunia, "kata Best yang merupakan peneliti utama pada riset ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi karbon penelitian
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top