Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KCI: 500 Penumpang Curang, Naik KRL Lawan Arah Hindari Antrean

KCI mencatat ada 500 pengguna yang naik kereta berlawan arah di Stasiun Bogor yang akhirnya diminta untuk turun dari kereta dan kembali mengikuti antrean dari titik paling belakang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  20:56 WIB
Petugas stasiun mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan transaksi tiket KRL di 79 stasiun mulai Senin (23/7) untuk sementara menggunakan tiket kertas seharga Rp3.000, sebagai bentuk mitigasi untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL selama proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik.  - Antara
Petugas stasiun mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyatakan transaksi tiket KRL di 79 stasiun mulai Senin (23/7) untuk sementara menggunakan tiket kertas seharga Rp3.000, sebagai bentuk mitigasi untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL selama proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem tiket elektronik. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat setidaknya ada 500 pengguna yang naik kereta berlawan arah di Stasiun Bogor demi menghindari antrean penyekatan pengguna.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba menegaskan penumpang tersebut harus turun dari kereta dan kembali mengikuti antrean dari titik paling belakang.

“Perilaku seperti ini selain tidak menghormati sesama pengguna KRL yang telah tertib ikut antrean juga menghambat kelancaran antrean di stasiun,” jelasnya, Senin (6/7/2020).

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah pengguna KRL semakin meningkat setiap pekannya sejalan dengan pembukaan kembali berbagai sektor perekonomian pada masa PSBB Transisi.

Pada Senin (29/6/2020), jumlah pengguna KRL kembali mencatatkan rekor tertinggi di masa pandemi yaitu sebanyak 393.498 pengguna. Jumlah ini meningkat 10 persen dibandingkan dengan pada Senin pekan lalu.

Sebelumnya operator KRL tersebut telah menyampaikan berdasarkan hasil dari pengamatan petugas di sejumlah stasiun dan keluhan yang disampaikan pelanggan, banyak penumpang orang yang naik KRL ke stasiun-stasiun yang menjadi titik pemberangkatan.

Padahal stasiun tujuan mereka berada di arah sebaliknya. Mereka naik KRL ke arah yang sesungguhnya berlawanan dengan stasiun tujuannya agar dapat naik kereta dengan cepat tanpa harus mengikuti penyekatan dan antrean pengguna di stasiun.

Sebagai contoh, pada pagi hari sejumlah orang dengan tujuan akhir Stasiun Gondangdia naik dari Stasiun Cilebut. Namun bukannya menunggu kereta di peron arah ke Jakarta Kota, mereka menunggu kereta di peron arah ke Bogor yang tidak ada penyekatan karena memang arah tersebut berlawanan dengan pola pergerakan mayoritas penumpang pada jam sibuk.

Anne melanjutkan para penumpang kemudian menaiki kereta arah ke Bogor yang memang kosong. Sesampainya di Stasiun Bogor, mereka tetap duduk, tidak turun dari kereta dan langsung menunggu kereta berangkat kembali ke arah Jakarta Kota.

Pemda akan mengatur PNS wilayahnya sendiri termasuk BUMDnya. Pasti akan bisa terurai kepadatan di sektor transportasi apabila Gugus Tugas berhasil menjadi koordinator semua lini kementerian dan Lembaga untuk mengurai kepadatan penumpang semisal dibagi kelompok jam kerja ( masuk jam 7, jam 8 dan jam 9) dan pembagian shift kerja pagi dan siang hari, semua pembagian jam ini pekerja masih bisa bertemu di kantor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl stasiun
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top