Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Tenaga Kerja AS: Pemulihan Ekonomi Lebih Baik dari Perkiraan

Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Eugene Scalia mengatakan pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona (Covid-19) sejauh ini tampak berjalan lebih baik dari perkiraan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  06:40 WIB
Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Eugene Scalia. - Bloomberg
Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Eugene Scalia. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Eugene Scalia mengatakan pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona (Covid-19) sejauh ini tampak berjalan lebih baik dari perkiraan.

Oleh karena itu, ia berpandangan program pengangguran darurat yang akan berakhir bulan ini tidak perlu untuk diperpanjang.

“Kita baik-baik saja, kita memang perlu waspada soal virus tersebut tetapi saya optimistis. Sangat penting untuk mengingat kembali betapa apa yang telah kita lakukan sejauh ini jauh lebih baik dari yang diproyeksikan,” ujar Scalia dalam sebuah wawancara di "Fox News Sunday".

“Pengeluaran, belanja ritel, belanja konsumen pada umumnya, pembangunan rumah baru, semua ini sebenarnya sangat mendorong indikator ekonomi selama sekitar enam pekan terakhir,” jelasnya, seperti dilansir Bloomberg, Senin (6/7/2020).

Namun menurut Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi, rilis data ekonomi baru-baru ini yang lebih baik dari ekspektasi merupakan hasil dari reopening bisnis dan kondisi ini bisa berbalik ketika kasus-kasus baru Covid-19 melonjak di sejumlah wilayah AS.

“Ke depannya, data pekerjaan kemungkinan akan terlihat lebih buruk karena bisnis dan konsumen menyurut di sejumlah negara bagian, di mana jumlah kasus virus meningkat. Para pembuat kebijakan perlu bertindak cepat untuk memastikan pemulihan ekonomi tetap pada jalurnya,” papar Zandi.

Pendapatnya itu menggemakan para ekonom Goldman Sachs Group Inc., yang pada Minggu (5/7/2020) merevisi turun estimasi mereka untuk produk domestik bruto (PDB) kuartal berjalan sebagai akibat dari buka tutup reopening di beberapa negara bagian. Ekonomi AS kemudian diperkirakan akan kembali berjalan di jalurnya pada September.

Ketika para anggota Kongres bersiap untuk melanjutkan pembicaraan tentang putaran stimulus lebih lanjut akhir bulan ini, seruan Presiden Donald Trump untuk keringanan pajak, termasuk potensi pemangkasan pajak gaji, bisa menjadi bagian penting untuk kondisi pekerjaan.

“Tapi tunjangan pengangguran mingguan sebesar US$600 yang ditetapkan sebagai bagian dari putaran pertama stimulus seharusnya tidak menjadi bagian dari paket berikutnya,” lanjut Scalia.

"Ketika kita membuka kembali perekonomian, saya tidak tahu bahwa kita membutuhkan manfaat seperti itu. Kemungkinan akan ada banyak diskusi menjelang akhir bulan antara Gedung Putih dan anggota kongres tentang putaran langkah-langkah stimulus berikutnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as amerika serikat

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top