Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom Ini Sebut Pandemi Corona Percepat Kebangkrutan Indonesia

Meroketnya kebutuhan belanja negara akibat wabah Covid-19 membuat pemerintah mencari pembiayaan dari utang luar negeri dalam jumlah besar.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  21:25 WIB
Direktur Pelaksana Political Economy and Policy Studies Anthony Budiawan di Jakarta, Kamis (7/2/2019). - Antara
Direktur Pelaksana Political Economy and Policy Studies Anthony Budiawan di Jakarta, Kamis (7/2/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan mengingatkan dampak pandemi virus Corona (Covid-19) terhadap perekonomian Indonesia.

"Banyak yang bilang pandemi terkesan menyelamatkan pemerintah, tetapi sebenarnya mempercepat kebangkrutan Indonesia," katanya dalam diskusi webinar, Senin (29/6/2020).

Dia mengatakan meroketnya kebutuhan belanja negara akibat wabah Covid-19 membuat pemerintah mencari pembiayaan dari utang luar negeri dalam jumlah besar.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada bulan April 2020 sebesar US$ 400,2 miliar. Posisi ULN ini tumbuh 2,9 persen (yoy), atau lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ULN pada bulan Maret 2020 yang sebesar 0,6 persen (yoy).

Berdasarkan realisasi ini, BI mencatat rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2020 sebesar 36,5 persen. Rasio tersebut mengalami peningkatan tipis apabila dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya yang sebesar 34,6 persen.

Anthony mengingatkan ketahanan fiskal (fiscal sustainability) semakin rentan akibat meningkatkan rasio utang. Menurutnya, pemerintah dalam posisi yang sangat sulit.

Jika pemerintah menahan belanja, maka ekonomi masyarakat akan terpuruk. Di sisi lain, belanja-belanja tersebut akan menimbulkan utang baru dalam jumlah yang sedikit. Apalagi, penerimaan pajak diproyeksi akan anjlok seiring melemahnya ekonomi masyarakat.

"Sekarang kita tinggal menunggu waktu saja. Kondisi ekonomi sangat kritis, pemerintah Indonesia tinggal menunggu belas kasihan dari asing atau Indonesia akan collapse [hancur]," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi utang pemerintah
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top