Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Segini Besaran Pengembalian Dana Talangan Lahan kepada 3 BUMN

BUJT mengalami penurunan pendapatan karena terdampak Covid-19 sehingga membutuhkan bantuan finansial, salah satunya dari dana talangan tanah.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  18:14 WIB
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Manajemen Aset Negara mengklaim proses pembayaran dana talangan tanah untuk proyek strategis nasional di sektor jalan tol terus diproses untuk membantu arus kas badan usaha jalan tol pada masa pandemi Covid-19.

Direktur Pendanaan Lahan LMAN Qoswara mengatakan bahwa pada masa pandemi Covid-19, LMAN tetap berupaya melakukan pembayaran kepada badan usaha jalan tol (BUJT).

Pasalnya, BUJT mengalami penurunan pendapatan karena terdampak Covid-19 sehingga membutuhkan bantuan finansial, salah satunya dari dana talangan tanah.

"Data dari BPJT, dana talangan tanah yang sudah ditalangi BUJT Rp58,77 triliun, itu dana yang sudah dikeluarkan oleh BUJT," kata Qoswara, dalam konferensi pers LMAN secara daring, Jumat (26/6/2020).

Dia menambahkan bahwa pembayaran dapat dilakukan setelah ada penagihan. Dari dana talangan tanah tersebut yang ditagih ke LMAN senilai Rp52,11 triliun. Sisanya sekitar Rp6,60 triliun masih dalam proses, di kementerian/lembaga dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, yang setelah exit meeting akan ditagih ke LMAN.

Qoswara mengatakan bahwa realisasi pembayaran yang dilakukan LMAN untuk dana talangan tanah ini sebesar Rp47,67 triliun.

"Selisih antara tagihan dan yang dilakukan pembayaran LMAN sekitar Rp4,40 triliun, ada selisih karena tidak semua tagihan dapat dilakukan pembayaran dari sisi governance harus diperhatikan kesesuaian dokumen dan data, yang harus diklarifikasi dulu. Jika ada perbedaan, permohonan itu atau tagihan kita kembalikan," jelasnya.

Dia mengklaim per 24 Juni 2020, pembayaran yang masih diproses LMAN yaitu sebesar Rp135 miliar.

"Kalau untuk nol, masih proses karena tiap hari ada permohonan. Insyaallah disesuaikan tenggat yang ada sepanjang dokumen sesuai, tidak ada perbedaan data," katanya.

Adapun berdasarkan klasterisasi BUJT, Qoswara mengatakan bahwa dari tagihan dana talangan tanah yang ada untuk PT Jasa Marga Tbk. telah dilakukan pembayaran 92,59 persen, dengan tagihan Rp24,02 triliun dan realisasi Rp22,24 triliun.

Kemudian, PT Waskita Karya Tbk. sebesar 92,21 persen dengan tagihan Rp12,88 triliun dan yang dibayarkan atau realisasi Rp11,88 triliun.

Sementara itu, PT Hutama Karya lebih besar yaitu 94,90 persen dengan tagihan Rp6,72 triliun dan realisasi Rp6,35 triliun.

Adapun, klaster lain-lain, termasuk pembayaran dana talangan tanah ruas Serang—Panimbang dan ruas Cisumdawu, total sebesar 86,36 persen dengan tagihan Rp6,98 triliun dan realisasi Rp6,02 triliun.

Selain itu, katanya, sudah ada pembayaran langsung pengadaan tanah untuk ruas tol Semarang—Demak senilai Rp97 miliar.

Qoswara menambahkan ke depannya skema pembayaran langsung akan lebih didorong untuk bisa mengurangi beban BUJT untuk pengadaan tanah.

"Adanya Perpres 66 tahun 2020, tentunya juga banyak hal yang disempurnakan, akan ada percepatan terkait dana talangan tanah ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dana talangan pengadaan tanah LMAN
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top