Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Guru Besar UGM: Restrukturisasi Tak Cukup, UMKM Butuh Modal Usaha

UMKM adalah salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup signifikan dalam produk domestik bruto (PDB) sehingga fokus pemerintah harus lebih luas, tidak hanya membantu restrukturisasi kredit.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  10:40 WIB
Ketua Kelompok Penenun Eboon Lombok Tengah selaku pembina pelatihan Mariani Merdjun (kanan) mendampingi warga penghuni rumah susun saat kegiatan pelatihan menenun motif ikon Jakarta di Rumah Susun Jatinegara Barat, Jakarta, Rabu (6/11).  - BISNIS.COM
Ketua Kelompok Penenun Eboon Lombok Tengah selaku pembina pelatihan Mariani Merdjun (kanan) mendampingi warga penghuni rumah susun saat kegiatan pelatihan menenun motif ikon Jakarta di Rumah Susun Jatinegara Barat, Jakarta, Rabu (6/11). - BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA - Guru Besar Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro memberikan sejumlah catatan yang menjadi prasyarat bagi pemerintah untuk mendorong ekonomi yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Mudrajad mengatakan target pertumbuhan tersebut sangat berat untuk direalisasikan, apalagi jika melihat kinerja perekonomian pada tahun 2020 yang dalam skenario berat bisa tumbuh negatif.

Kinerja ekonomi pada kuartal 1/2020 yang tumbuh 2,97 persen year on year sebenarnya memberikan sinyal bahwa pelemahan ekonomi ada di depan mata.

Di satu sisi, kebijakan dan stimulus ekonomi yang ada di dalam program ekonomi nasional masih panggang jauh dari api. Program yang disusun pemerintah, seharusnya fokus ke upaya pemulihan ekonomi di sektor riil.

"Sektor ini yang banyak terpukul, UMKM, misalnya, inilah yang perlu didorong supaya tetap hidup," ujarnya kepada Bisnis, yang dikutip Selasa (23/6/2020).

UMKM adalah salah satu sektor yang memiliki kontribusi cukup signifikan dalam produk domestik bruto (PDB). Dia tidak menampik ada beberapa kebijakan pemerintah yang mulai mengarah ke UMKM. Salah satunya restrukrisasi utang UMKM.

"Tapi ini tidak cukup, karena restrukturisasi ini cuma menunda masalah, seharusnya beri mereka modal usaha," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga harus segera mengeksekusi kebijakan pemberian subsidi bunga kepada UMKM. "Segera kucurkan, terus perlu dipertegas siapa yang memperoleh dan dimana aja UMKM yang akan memperoleh subsidi, bank mana saja, ini harus jelas," tegasnya.

Selain modal usaha dan subsidi bunga, Mudrajad juga meminta pemerintah mulai berpikir untuk memberdayakan UMKM terutama membeli prorduk-produk UMKM yang memproduksi keperluan penanganan Covid-19.

"Intinya bela dan beli produk dalam negeri. Optimalkan yang di dalam negeri sebelum impor," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm restrukturisasi kredit
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top