Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi - Buruh tani mengangkut hasil panen. - Bloomberg / Veejay Villafranca
Premium

PERTUMBUHAN EKONOMI: Kandas Harap pada Petani

22 Juni 2020 | 13:10 WIB
Sektor pertanian yang dianggap lebih tahan terhadap dampak pandemi Covid-19 ternyata mengalami tekanan besar. Pada Q1/2020 saat sektor ekonomi lain tumbuh, sektor pertanian menjadi satu-satunya yang terhempas pertumbuhannya di 0 persen.

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menunjukkan keheranannya. Dalam paparan di hadapan pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), ia menyebutkan sektor pertanian yang tidak tumbuh di luar prediksi pemerintah.

“Pertanian pada Q1 tumbuh 0 persen, ini di luar prediksi pemerintah karena kita harapkan jadi bantalan. Sementara sektor manufaktur masih menjadi yang terbesar,” kata Airlangga dalam diskusi Reset & Transformasi Ekonomi, Kamis (18/6/2020).

Ia menyebutkan melemahnya daya beli masyarakat dan pembatasan gerak menjadi penyebab produk pertanian tidak terserap. Akibatnya pertumbuhan sektor ini menjadi 0 persen.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Airlangga, manufaktur menyumbangkan 20 persen produk domestik bruto (PDB). Sektor ini tercatat tumbuh 2,1 persen sepanjang Q1/2020.

Sedangkan sektor lainnya yakni perdagangan tumbuh 1,6 persen, transportasi (1,3 persen), akomodasi dan makanan (2,8 persen), pertanian (0 persen), pertambangan (0,4 persen) dan konstruksi (2,9 persen).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top