Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sharp Ikuti Aturan Tingkat Kandungan Komponen Lokal Produk Elektronik

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menyatakan siap menyesuaikan dengan revisi penghitungan TKDN tersebut. Pasalnya, perseroan menargetkan akan melakukan perubahan produksi dari TV analog menjadi TV digital.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  15:48 WIB
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA – Industri elektronika menyatakan siap jika aturan penghitungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk elektronika, khususnya TV Digital, diubah.

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menyatakan siap menyesuaikan dengan revisi penghitungan TKDN tersebut. Pasalnya, perseroan menargetkan akan melakukan perubahan produksi dari TV analog menjadi TV digital.

"Intinya, Sharp Indonesia sudah harus siap karena kami sudah banyak investasi di sini [Indonesia]," kata National Sales Senior General Manager SEID Andry Adi Utomo kepada Bisnis, Senin (22/6/2020).

Seperti diketahi, saat ini produsen elektronika mengikuti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 4/2019 tentang  Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi Untuk Keperluan Penyelenggaraan Televisi Siaran dan Radio Siaran.

Beleid tersebut mengatur bahwa TV digital setidaknya memiliki TKDN berbasis biaya (cost based) sebesar 20 persen.

Andri menyatakan portofolio produk perseroan yang memiliki fitur digital baru berkontribusi sekitar 10 persen. Namun demikian, Andry berujar pihaknya akan mencpba meningkatkan kontribusi produk dengan fitur digital di masa depan.

Pihaknya hanya akan memproduksi TV digital untuk ukuran TV 40 inchi ke atas. Sementara itu, TV analog hanya akan ditemui pada TV berukuran 24 inchi dan sebagian ukuran 32 inchi.

Berdasarkan data SEID, saat ini produksi TV berukuran 32 inchi dan kurang dari 32 inchi masih mendominasi sekitar 70 persen dari portofolio produksi TV perseroan. Sementara itu, TV berukuran 40 inchi dan ke atas berkontribusi sekitar 30 persen.

Adapun, TV berukuran 40-50 inchi memiliki kontribusi lokal sekitar 80 persen, sedangkan TV berukuran 60 inchi dan lebih masih bergantung kepada impor.

Sebelumnya, Andri menilai TKDN untuk TV digital saat ini masih sesuai dengan kemampuan perseroan. Pasalnya, pihaknya belum menemukan pemasok panel LCD ke perseroan, sedangkan panel LCD berkontribusi sekitar 50 persen dari TV perseroan.

Adnry mencatat TV digital Sharp saat ini memiliki TKDN sekitar 22 persen untuk seluruh ukuran.  Adapun, Andry menyatakan pihaknya akna mempertebal porsi produksi TV digital pada masa depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sharp tkdn
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top