Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IPO Subholding Migas, Cegah Mafia Migas Berkuasa

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi mengatakan melalui IPO, subholding Pertamina akan meraub dana segar dengan cost of capital (biaya modal) yang paling murah dibandingkan dengan pendanaan dari utang perbankan dan global bond.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  16:06 WIB
Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina di Tanjung Priok - Bloomberg / Dimas Ardian
Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina di Tanjung Priok - Bloomberg / Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Instruksi Menteri BUMN Erick Thohir agar anak usaha Pertamina melakukan initial public offering (IPO) saham di pasar modal akan menjaga bisnis dari mafia migas.  

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi mengatakan melalui IPO, subholding Pertamina akan meraub dana segar dengan cost of capital (biaya modal) yang paling murah dibandingkan dengan pendanaan dari utang perbankan dan global bond.

“IPO akan menjadikan subholding Pertamina sebagai perusahaan publik, yang akan lebih transparan dan accountable,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, tata kelola subholding yang sudah melantai di busa saham harus menerapkan prinsip-prinsip good governance dan harus melaporkan hasil pengelolaan perusahaan kepada publik secara periodik.

Dengan begitu, lanjut Fahmy, keterbukaan tata Kelola tersebut membuat kelompok kepentingan menjadikan Pertamina sebagai sapi perahan semakin sulit bergerak. “Tidak akan ada lagi dana CSR yang dapat digunakan oleh anggota DPR untuk mempertahankan konstituennya,” katanya.

Selain itu, IPO juga akan mempersempit dan memagari ruang gerak mafia migas dalam berburu rente di sub-holding Pertamina. Mafia migas masih bisa bergentayangan di Pertamina dengan memanfaatkan kelemahan tata-kelola dan pengambil keputusan.

Tata Kelola yang lebih transparan dan pengambil kepurtusan yang lebih credible pasca IPO berpotensi mencegah mafia migas berburu rente, sehingga dapat lebih efisien dengan meminimkan biaya operasional rente.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Reforminer Institut Komaini Notonegoro mengatakan mendorong IPO anak usaha Pertamina bukan narasi baru. Sejauh ini, sudah ada PT Elnusa Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk yang melantai di bursa.

Menurutnya, bisnis subholding yang paling menarik melantai di bursa adalah subholding hulu. “Kalau hulu, memang selama ini sudah bermitra dengan yang lain, secara kontrol juga mereka mengawasi bersama-sama,” katanya.

Hanya saja, kalau bisnis retail ataupun kilang agak sulit untuk dilepas ke bursa. Komaidi menambahkan proyek kilang Pertamina selama ini mendapat respon publik yang tidak begitu baik, mengingat ada beberapa mitra yang mundur untuk menggarap proyek kilang tersebut.

“Untuk IPO, saya yakin akan laku di pasar. Peminatnya banyak,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina ipo
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top