Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Kupang Diminta Perbaiki Sistem Penjualan Tiket

Pemprov NTT ikut turun tangan untuk meminta PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, untuk memperbaiki sistem penjualan tiket guna menghindari terjadinya kerumunan calon penumpang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  13:46 WIB
Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) bermuatan kendaraan bermotor dan penumpang menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) bermuatan kendaraan bermotor dan penumpang menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut turun tangan untuk meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang, untuk memperbaiki sistem penjualan tiket guna menghindari terjadinya kerumunan calon penumpang pada loket penjualan dan berisiko terjangkit Covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 NTT Dominikus Minggu Mere mengatakan hal tersebut berkaitan dengan adanya penumpukan calon penumpang di depan loket penjualan tiket, tanpa mematuhi protokol kesehatan seperti jaga jarak aman.

"ASDP harus melakukan perbaikan lagi sistem penjualan tiket agar tidak terjadi desak-desakan penumpang di loket penjualan tiket seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini," kata Dominikus, Jumat (19/6/2020).

Dia mengimbau kepada manajemen ASDP Kupang untuk melakukan penjualan tiket melalui sistem daring, sehingga calon penumpang tidak perlu antre untuk membeli tiket. Namun, jika tidak siap bisa dengan cara menambah loket penjualan agar tidak terjadi antrean panjang.

Menurut dia, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk membuka kembali transportasi baik udara, laut maupun udara tetapi pengelola wajib menerapkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing. Artinya, pengelola harus menertibkan penumpang dan mewajibkan penumpang untuk mengenakan masker dan jaga jarak aman sesuai dengan protokol kesehatan.

Pihaknya juga menekankan pengelola juga harus menyiapkan tandon air dan sabun, thermogun bagi seluruh calon penumpang, maupun warga yang memasuki kawasan pelabuhan.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang Cut Prayitno mengatakan terjadinya calon penumpang tersebut seiring dengan pelaksanaan masa normal baru yang mulai diterapkan pada 15 Juni 2020.

"Betul saat ini kondisi warga menumpuk di Pelabuhan Bolok karena PT Pos baru bisa menjual tiket per 1 Juli 2020," katanya, Kamis (18/6/2020).

Dia menambahkan penumpukan calon penumpang terjadi karena saat ini penjualan tiket dipusatkan di loket pelayanan yang ada di Pelabuhan Bolok.

Adapun, lanjutnya, penjualan tiket seperti sebelumnya yang dilakukan melalui Kantor Pos setempat. Namun, saat ini belum bisa diterapkan kembali karena ada gangguan pada sistem penjualan tiket dan baru akan dibuka kembali pada 1 Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top