Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LHR Naik Tak Signifikan, Lalu Lintas Jalan Tol Belum Normal

Asosiasi Jalan Tol Indonesia masih memantau tren lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol dengan adanya pelonggaran pembatasan terkait Covid-19.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  18:40 WIB
Kendaraan melintas di Tol Cikopo-Paliman, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau sepi karena ada larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Kendaraan melintas di Tol Cikopo-Paliman, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikopo-Palimanan (Cipali) terpantau sepi karena ada larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah Covid-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Jalan Tol Indonesia masih memantau tren lalu lintas harian rata-rata (LHR) di jalan tol dengan adanya pelonggaran pembatasan untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Sejauh ini disimpulkan bahwa trafik di jalan tol setelah pelonggaran PSBB belum kembali normal.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Krist Ade Sudiyono mengatakan secara umum perilaku selama 3 hari ini belum bisa disimpulkan polanya.

"Kami masih mempelajari dampak pelonggaran kebijakan ini terhadap perilaku lalu lintas masyarakat," kata Krist kepada Bisnis, Kamis (11/6/2020).

Secara umum data ATI mencatat terdapat tren peningkatan trafik pada Juni ini dibanding dengan rata-rata trafik pada Mei yang lalu. Namun, peningkatannya belum signifikan.

"Rata-rata trafik pada Juni ini terutama setelah pelonggaran tetap masih lebih rendah 30 persen dibandingkan rata-rata periode yang sama pada tahun lalu," katanya.

Dia menambahkan angka trafik pada Juni tahun ini akan jauh lebih turun jika dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu, yang mana pada Juni tahun lalu adalah periode arus mudik Lebaran.

"Dengan demikian dapat diinformasikan bahwa trafik di jalan tol setelah pelonggaran pun belum kembali ke normal seperti tahun lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Krist mengungkapkan dampak Covid-19 terhadap bisnis jalan tol terutama terjadi setelah adanya kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2020 pada 24 April-31 Mei 2020.

Adapun lalu lintas di jalan tol juga telah menurun akibat kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah seperti DKI Jakarta dan daerah penyangganya, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain itu di daerah Surabaya Raya, dan sebagainya.

Krist mengatakan penerapan kebijakan tersebut secara umum mengakibatkan penurunan LHR rata-rata antara 40 persen sampai dengan 60 persen di sebagian besar ruas tol jika dibandingkan tahun lalu.

"Penurunan LHR ini tentunya akan mempengaruhi total revenue yang bervariasi di setiap badan usaha jalan tol," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol lalu lintas Normal Baru
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top