Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Promosi Pariwisata Beralih ke Digital

Platform digital dinilai lebih efektif dan spesifik sebagai medium promosi pada masa new normal
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:21 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024 Wishnutama Kusubandio menyampaikan sambutan seusai serah terima jabatan dengan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024 Wishnutama Kusubandio menyampaikan sambutan seusai serah terima jabatan dengan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata menyatakan promosi pariwisata Indonesia akan difokuskan pada platform digital ketika memasuki periode kenormalan baru (new normal).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan platform digital dinilai lebih efektif dan spesifik sebagai medium promosi pariwisata di era kenormalan baru.

"Ke depan fokus promosi itu melibatkan platform digital karena lebih efektif dan bisa spesifik, misalnya kan wisata alam bisa lebih spesifik target market adalah mereka yang suka wisata alam atau diving atau pantai. Yaitu strategi promosi lebih ke arah seperti itu," kata Wishnutama, seperti dikutip dari Antara Kamis (28/5/2020).

Sementara itu, sepanjang Covid-19 Menparekraf mengakui Indonesia telah kehilangan potensi dari kedatangan wisatawan asing hingga sekitar 4 juta orang.

"Kerugian karena Covid-19 ini kami masih tunggu laporan BPS, tapi memang bisanya per bulan wisatawan mancanegara sekitar 1,3-1,4 juta orang datang ke Indonesia, kalau dihitung-hitung sederhana kita kehilangan potensi wisatawan asing 4 juta lah," tambah Menparekraf.

Namun untuk menyambut normal baru di sektor pariwisata, dia mengatakan sudah dibuat sejumlah persiapan.

"Ada berbagai macam tahapan di sektor pariwisata untuk new normal, tahapan ini harus dilalui oleh destinasi wisata tersebut, syaratnya Covid-19 sudah membaik dengan berbagai macam parameter yang disiapkan misalnya SOP di sektor pariwisata akan disiapkan misalnya di hotel, restoran dan lainnya termasuk berbagai macam di pariwisata dan ekonomi kreatif," lanjutnya.

Dia mengatakan akan memprioritaskan daerah-daerah yang sudah siap, namun tidak menjelaskan daerah mana yang akan dijadikan proyek contoh sebagai kawasan wisata pertama yang akan dibuka dengan aturan normal baru.

"Daerah yang dibuka kembali adalah yang penanganan Covid-nya baik sesuai laporan Gugus Tugas dan Bali adalah salah satu provinsi yang sangat baik penanganannya sampai saat ini, jadi berpotensilah.”

Namun demikian dia menegaskan bakal tetap berkoordinasi dengan kepala daerah dan bupati atau wali kota tiap daerah untuk membuka kembali industri pariwisatanya. Pariwisata Indonesia selanjutnya juga akan fokus pada quality tourism dibanding quantity tourism.

"Kami memang sudah mencanangkan quality tourism dan sudah disiapkan sebelum Covid-19 dan ini memang lebih dibutuhkan saat normal baru, namun dibutuhkan persiapan yang teliti dan detail dengan faktor kehati-hatian dengan pengawasan dan pengendalian protokol yang sangat ketat," tegas Menparekraf.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut Presiden Jokowi meminta agar Menteri Pariwisata menyiapkan strategi khusus dalam promosi pariwisata Indonesia di era normal baru.

Presiden menyebutkan tren pariwisata akan bergeser ke isu health (kesehatan), hygine (kebersihan), safety (keselamatan), security (keamanan) sebagai pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata covid-19 New Normal

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top