Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Belum Berlalu, Masa Depan Perhotelan Masih Belum Jelas

pemilik hotel masih akan melanjutkan langkah pencegahan seperti membatasi operasional karena tingkat okupansi yang rendah membuat mereka kesulitan menutup biaya operasional.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  16:50 WIB
Pemilik dan pengelola hotel tetap diperkenankan beroperasi selama status PSBB di Jakarta. /Foto PHRI
Pemilik dan pengelola hotel tetap diperkenankan beroperasi selama status PSBB di Jakarta. /Foto PHRI

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor properti hotel diperkirakan belum segera pulih, apalagi jika melihat pandemi di beberapa negara yang belum juga menunjukkan penurunan tingkat penyebaran.

Executive Director and Head of Hotels & Leisure for Valuation & Advisory Services Colliers International Asia Govinda Singh mengatakan bahwa karena pandemi Covid-19 banyak pembatasan perjalanan, lockdown, penutupan perbatasan di seluruh dunia. Hal ini membuat kinerja properti hotel anjlok pada kuartal I/2020.

“Melihat outlook ekonomi global dan industri perhotelan ke depan yang penuh ketidakpastian, diperkirakan masih akan tertahan pergerakan pertumbuhan dan aktivitasnya,” katanya dikutip melalui keterangan resmi, Jumat (22/5/2020).

Namun, Singh mengungkapkan bahwa apabila pemerintah di setiap negara cukup memberi stimulus, kebijakan, dan dukungan dari fundamental ekonominya, jal itu bisa menjadi bantalan untuk dampak-dampak jangka pendek terhadap properti perhotelan.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers International Indonesia, menuturkan bahwa di Indonesia, meskipun diterpa pandemi, masih ada beberapa hotel yang bisa tetap bertahan. Namun, tidak kaget kalau harga per malam dan tingkat okupansinya anjlok sepanjang kuartal I/2020.

“Kami memperkirakan kondisi seperti sekarang ini akan tetap berlanjut bahkan beberapa bulan setelah wabahnya bisa diatasi karena orang akan mengambil langkah antisipasi menghadapi situasi yang sedang terjadi,” kata Ferry.

Para pemilik hotel pasti juga masih akan melanjutkan langkah-langkah pencegahan seperti membatasi operasional karena tingkat okupansi yang rendah membuat mereka kesulitan menutup biaya operasional.

“Para pemilik hotel bisa saja ketika nanti mulai buka, tetap menutup kafe, restoran, dan fasilitas lainnya. Atau hanya mengoperasikan beberapa lantai saja dan menawarkan kamar tanpa layanan sarapan,” tambah Ferry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhotelan covid-19
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top