Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Buka-bukaan Perkembangan Restrukturisasi BUMN di Tengah Pandemi

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan bahwa hampir seluruh perseroan pelat merah terkena imbas penyebaran Covid-19. Menurutnya, dampak minim hanya dirasakan oleh sektor telekomunikasi, industri kesehatan, dan kelapa sawit.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Mei 2020  |  13:41 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) berada di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya restrukturisasi terus dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara di tengah gejolak pandemi Covid-19 yang berimbas terhadap kinerja di hampir di seluruh sektor usaha.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjelaskan bahwa hampir seluruh perseroan pelat merah terkena imbas penyebaran Covid-19. Menurutnya, dampak minim hanya dirasakan oleh sektor telekomunikasi, industri kesehatan, dan kelapa sawit.

“Lain-lainnya terimpak oleh karena itu kami terus melakukan restrukturisasi. Program ini didukung langsung oleh Presiden dan Keppres-nya sudah keluar kemarin, nah ini bisa menjadi percepatan,” ujarnya dalam dalam sebuah forum diskusi daring, Rabu (20/5/2020).

Erick menyebut BUMN telah mengurangi belanja modal dan modal kerja yang tidak perlu. Sebagai contoh, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang telah memangkas Rp39 triliun.

Selain itu, lanjut dia, upaya restrukturisasi utang juga terus dilakukan. Salah satunya penerbitan obligasi global atau global bond yang dilakukan oleh PT PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) senilai US$2,5 miliar.

“Kami pakai untuk recycle bond sebelumnya karena bunganya lebih tinggi. Hal-hal ini kita lakukan terus selain memperpanjang [jatuh tempo] tetapi juga mencari bunga-bunga lebih murah dan ini kesempatan,” tuturnya.

Erick menyebut restrukturisasi utang sudah dilakukan hampir US$3,6 miliar. Aksi itu menurutnya memang tidak mudah karena tidak semua BUMN masuk dalam kategori yang baik.

“Oleh karena itu, kemarin terima kasih atas dukungan daripada Kementerian Keuangan dan bank. Banyak perusahaan BUMN utang-utangnya dibayar karena utang ini sudah 3 tahun-4 tahun terjadi,” imbuhnya.

Dia menambahkan BUMN juga harus tetap melakukan momentum yang diminta oleh Presiden secara langsung terkait reformasi, restrukturisasi, dan transformasi. Pihaknya menyebut perseroan pelat merah harus mampu membangun rantai pasok ketahanan pangan, kesehatan, serta energi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN restrukturisasi erick thohir
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top