Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kredit Diperketat, Agen Properti Sulit Lakukan Transaksi

Para agen dihadapi sulitnya transaksi. Padahal, transaksi merupakan hal yang penting bagi pemasukan para agen.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  13:23 WIB
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Bangunan gedung apartemen berdiri di dekat taman kota di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Agen properti mengalami kesulitan melakukan transaksi menyusul ketatnya perbankan dalam menyalurkan kredit di tengah virus corona baru atau Covid-19.

Chief Executive Officer Promex Indonesia Sulihin Widjaja mengatakan bahwa saat ini para agen dihadapi sulitnya transaksi. Padahal, transaksi merupakan hal yang penting bagi pemasukan para agen.

"Sekarang bank juga mulai ketat memberikan kredit dalam pengertian lebih selektif, itu yang membuat kita kesulitan transaksi saat ini," katanya pada Bisnis.com, Selasa (19/5/2020). 

Sejumlah perbankan mengakui bahwa penyaluran kredit lebih selektif karena sebagai bentuk kehati-hatian untuk menghindari risiko kredit macet ke depan di tengah dampak virus Corona. Sebagian bank memilih debitur yang tak terkena dampak tersebut. 

Sulihin yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Real Estate Broker Indonesia itu meminta agar pihak terkait, baik perbankan atau instansi lainnya bisa melonggarkan persyaratan pengajuan kredit sehingga tak terlalu selektif. 

"Kita semua berat, karena [dipikirnya] dianggap mampu. Padahal, marketing belum tentu punya simpanan juga jadi mereka perlu transaksi untuk mendapatkan income," tuturnya.

Kondisi di lapangan juga menurutnya banyak transaksi tidak berjalan karena pola kerja sejumlah instansi terbatas, meskipun ada pula melalui mekanisme secara daring. Hanya saja, dia mengaku bahwa proses tersebut tak optimal dan memakan waktu lama sehingga banyak transaksi yang tidak bisa Akta Jual Beli (AJB). 

"Maka harus segera dibuka pelayanan untuk aktivitas transaksi jual beli properti baik itu notarisnya, pajak, BPN sehingga kita bisa putar perekonomian dari para broker," kata dia. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top