Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ombudsman Soroti Pelayanan PDAM Tirta Daroy di Aceh

Selama ini, masyarakat terutama pelanggan Tirta Daroy mengeluhkan suplai air bersih yang belum maksimal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  20:09 WIB
Meteran air yang dibongkar warga Gampong Cot Lamkeuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Minggu (4/8/2019). Warga membongkar meteran tersebut sebagai bentuk protes dan kecewa karena air bersih tidak lagi mengalir ke rumah mereka sejak beberapa tahun terakhir. - ANTARA/M. Haris S.A.
Meteran air yang dibongkar warga Gampong Cot Lamkeuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Minggu (4/8/2019). Warga membongkar meteran tersebut sebagai bentuk protes dan kecewa karena air bersih tidak lagi mengalir ke rumah mereka sejak beberapa tahun terakhir. - ANTARA/M. Haris S.A.

Bisnis.com, JAKARTA — Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyoroti pelayanan air bersih di Kota Banda Aceh yang dikelola PDAM Tirta Daroy menyusul banyak keluhan masyarakat.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwaddin Husin mengatakan bahwa selama ini masyarakat terutama pelanggan Tirta Daroy mengeluhkan suplai air bersih yang belum maksimal.

"Keluhan masyarakat ini sering kami dapatkan dari pemberitaan media. Kendati banyak keluhan, hingga kini kami belum menerima secara resmi pengaduan masyarakat terkait pelayanan air bersih," kata Taqwaddin, Selasa (12/5/2020).

Dia menyebutkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Aceh sudah mengajak PDAM Tirta Daroy berdiskusi secara virtual dengan masyarakat menyoal permasalahan pelayanan air bersih tersebut.

Dari diskusi tersebut terungkap bahwa manajemen PDAM Tirta Daroy mengakui masih banyak kekurangan pelayanan selama ini. Kondisi diperparah dengan instalasi yang sebagian besar dibangun tahun 1970-an.

Direktur PDAM Tirta Daroy T. Novizal Aiyub menyebutkan bahwa 70 persen pipa distribusi air dibangun pada 1975 dan berukuran kecil sehingga proses aliran air menjadi lambat.

Selain itu, pipa juga mengalami kebocoran serta pelanggan menggunakan pompa hisap sehingga terjadi rebutan air yang menyebabkan distribusi air di wilayah yang jauh menjadi berkurang.

"Pelayanan kami juga tergantung listrik PLN. Jika listrik mati, proses distribusi air bersih terhenti. Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Banda Aceh," kata Novizal.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar mengapresiasi kinerja manajemen PDAM yang sudah bekerja keras membenahi persoalan air bersih di Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut

"PDAM Tirta Daroy saat ini sudah memiliki 1.500 kilometer jaringan pipa dengan 63.000 pelanggan. Kami berharap PDAM Tirta Daroy mampu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Banda Aceh," kata Farid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdam aceh

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top