Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini 5 Komoditas Bahan Baku Impor Terbesar, 2 Berasal dari China

Badan Pusat Statistik menyatakan penurunan impor bahan baku sepanjang kuartal I/2020 sejalan dengan irama industri di dalam negeri.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2/2019). Bisnis
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memberikan paparan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/2/2019). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik menyatakan penurunan impor bahan baku sepanjang kuartal I/2020 sejalan dengan irama industri di dalam negeri.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menjabarkan selama periode Januari – Maret 2020, dari lima bahan baku produk dengan nilai impor yang tertinggi, dua di antaranya dipasok dari China yakni bahan plastik dan bahan kimia organic.

“Lima impor bahan baku terbesar yakni besi baja, pulp kayu dari Kanada, plastik dari China, pupuk dar Belarusia, dan bahan kimia organik dari China,” kata Suhariyanto dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (6/5/2020).

Lebih lanjut, dia total nilai impor bahan baku pada kuartal I/2020 lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 dan 2018.

“Impor bahan baku pada kuartal I/2019 US$30 miliar dan kuartal I/2020 jadi US$29 miliar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut Suhariyanto, pada kuartal I/2020, Indonesia mengalami surplus dagang dengan impor bahan baku dan modal tercatat negatif.

“Memang saya sampaikan neraca kita di kuartal I/2020 di luar dugaan lebih baik dari kuartal l/2019.”


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhamad Wildan
Editor : Ropesta Sitorus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper