Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi EBT, Faktor Kuat Pulihkan Ekonomi Pascapandemi Covid-19

Hasil riset terbaru Oxford Review of Economic Policy menyebutkan investasi dalam energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi salah satu faktor kuat untuk memulihkan perekonomian pasca-pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  14:35 WIB
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan -  Bisnis / David E. Issetiabudi
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan - Bisnis / David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil riset terbaru Oxford Review of Economic Policy menyebutkan investasi dalam energi baru terbarukan (EBT) dapat menjadi salah satu faktor kuat untuk memulihkan perekonomian pasca-pandemi Covid-19.

Berdasarkan hasil riset, ada lima tipe kebijakan pemulihan yang paling dibutuhkan, yaitu investasi kesehatan, kesiapsiagaan bencana, belanja riset, pemberian dana talangan untuk organisasi non-profit, dan investasi infrastruktur energi bersih.

“Pengurangan emisi akibat Covid-19 hanya sementara. Laporan ini menunjukkan bahwa kita dapat memilih untuk membangun kembali dengan lebih baik dan menjaga agar tetap ada perbaikan, seperti udara yang lebih bersih, kedekatan kembali dengan alam, dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata penulis utama riset sekaligus Direktur di Smith School of Enterprise and Environment, Universitas Oxford, Cameron Hepburn, dikutip Selasa (5/5/2020).

Kombinasi hasil survei dan bukti literatur mengungkapkan bahwa ada sejumlah tipe kebijakan pemulihan fiskal yang dapat menawarkan perbaikan ekonomi sekaligus berdampak positif bagi iklim, di antaranya investasi infrastruktur dalam bentuk aset EBT dan pengembangan teknologi penyimpanan energi (termasuk hidrogen).

Laporan ini selaras dengan berbagai penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi bersih cenderung lebih padat karya, sehingga akan menciptakan lapangan pekerjaan dua kali lebih banyak dibandingkan investasi bahan bakar fosil.

Direktur Centre for Climate Finance, Imperial College Business School Charles Donovan mengatakan energi bersih tidak hanya terjangkau dan dapat diandalkan, tetapi juga menawarkan pengembalian investasi tertinggi. Investor memiliki selera yang semakin besar untuk menggunakan uang mereka di bidang keuangan berkelanjutan. Pemerintah perlu menulis ulang peraturan sehingga mereka bisa merealisasikan itu.

“Responden survei global ini termasuk para pakar dan ekonom di Indonesia. Belanja Indonesia dalam merespons Covid-19 sejauh ini relatif netral terhadap isu iklim, tetapi ada sejumlah kebijakan yang negatif untuk iklim seperti pemberian insentif untuk maskapai dan diskon bahan bakar pesawat di bandara,” menurutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi baru terbarukan iklim investasi

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top