Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Kilang Minyak Balikpapan Tak Terpengaruh Covid-19, Masih Sesuai Target

Project Coordinator Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Balikpapan dan Lawe-Lawe, Djoko Koen Soewito mengatakan bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja untuk pembangunan proyek kilang. Namun, target penyelesaian tidak akan berubah.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  20:20 WIB
Kilang Balikpapan. - Bisnis
Kilang Balikpapan. - Bisnis

Bisnis.com, BALIKPAPAN – Pandemi Covid-19 atau virus corona membuat aktivitas dunia kerja terbatas, sejalan dengan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di lapangan dan fokus pada penyelesaian tugas di rumah.

Project Coordinator Refinery Development Master Plan (RDMP) Refinery Unit (RU) V Balikpapan dan Lawe-Lawe, Djoko Koen Soewito mengatakan bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja untuk pembangunan proyek kilang.

“Tentunya akan ada kendala. Yang harusnya bisa kita lakukan penambahan tenaga kerja tapi tidak memungkinkan,” katanya di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (4/5/2020).

Meski begitu, Djoko menjelaskan bahwa target penyelesaian pembangunan tidak akan berubah. Hingga April, progresnya sudah 15,77 persen.

“Kebetukan sekarang kan masih engineering, belum konstruksi. Saat konstruksi masih bisa dikejar. Target masih sama,” jelasnya.

Proyek strategis nasional ini dikejar selesai pada 2023. Saat fase puncak konstruksi, diperkirakan bakal menyerap 15.000 tenaga kerja. Kilang diprediksi memberi sumbangan untuk ekonomi nasional hingga 1,6 persen.

Perluasan RU V diprediksi mampu menampung hingga 100.000 barel per hari. RDMP juga akan meningkatkan kualitas produk dari BBM dari setara Euro II menjadi Euro V.

Region Manager Communication & CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa Corona membuat turun permintaan bahan bakar minyak (BBM) domestik. PT Pertamina (Persero) akan melakukan pemeliharaan kilang sekaligus menurunkan kapasitas operasi kilang untuk menjaga keseimbangan produksi.

Berdasarkan data internal, sejak Maret lalu, permintaan bensin terus mengalami penurunan rata-rata 17 persen. Diesel turun rata-rata 8 persen dan avtur turun 45 persen.

Sejalan dengan penerapan PSBB, permintaan BBM di kota-kota besar tercatat mengalami penurunan di atas 50 persen. Tertinggi adalah Jakarta dan Bandung yang turun hampir 60 persen.

Secara nasional penurunan permintaan BBM mencapai 35 persen dibandingkan dengan rata-rata Januari hingga Februari. Selain penurunan di BBM retail, penurunan permintaan juga terjadi untuk konsumen industri mengingat banyak yang berhenti beroperasi.

Pertamina akan memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan pemeliharaan kilang, di antaranya adalah Kilang RU. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kehandalan kilang. Dengan begitu, ketika kondisi sudah kembali normal kilang sudah siap beroperasi optimal.

“Kegiatan pemeliharaan dan perbaikan kilang akan dilakukan secara bertahap, yaitu untuk kilang Balikpapan I akan dilakukan mulai tanggal 20 hingga 30 April dan dilanjutkan dengan kilang Balikpapan II yang direncanakan pada tanggal 1 hingga 31 Mei 2020,” jelas Roberth.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kilang balikpapan
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top