Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pembangunan Rumah MBR oleh Anggota REI Mencapai 65.000 Unit

Pada tahun ini, REI menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 200.000-an unit.
Pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah./Bisnis
Pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah./Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA —  Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia menyatakan bahwa per hari ini capaian pembangunan rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah yang dibangun anggota asosiasi pengembang itu mencapai 65.000 unit.

Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan bahwa pihaknya telah memakai jatah sekitar 65 persen dari kuota subsidi yang tersedia untuk seluruh asosiasi pengembang. 

"Jadi, yang sampai dengan hari ini kurang lebih yang dibangun ada di 65.000 unit karena jatah FLPP [fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan] habis, jadi 65.000 dari 96.000 kuota tersedia," ujar Totok kepada Bisnis, Rabu (29/4/2020). 

Menurut Totok, tahun ini seharusnya REI menargetkan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai 200.000-an unit. Namun, adanya pelbagai hambatan karena virus corona baru (Covid-19) membuat realisasi yang dicanangkan tersebut kemungkinan besar direvisi.

Pada saat yang bersamaan, pihaknya juga masih menanti realisasi stimulus Rp1,5 triliun untuk 175.000 rumah yang sebelumnya telah digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada awal April lalu. 

Stimulus itu berupa skema subsidi selisih bunga sebesar Rp800 miliar dengan tenor selama 10 tahun dan Rp700 miliar untuk subsidi bantuan uang muka.

Berdasarkan informasi yang diterima Totok, perjanjian kerja sama operasional antara Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR dan bank pelaksana akan dilakukan minggu ini.

Totok mengatakan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk terus melanjutkan program pembangunan rumah MBR di tengah merebaknya virus corona. Apalagi, pembangunan rumah MBR tersebut mampu menyerap tenaga kerja informal dan melibatkan 175 industri terkait.

"Ini yang harus tetap kita jalankan karena kalau roda ini berhenti, untuk memulai lagi itu berat," tuturnya.

Berdasarkan data REI, asosiasi tersebut pada 2017 mampu membangun 206.287 rumah; pada 2018 sebanyak 214.686 unit; dan 2019 mencapai 177.248 unit. Tahun ini, REI menargetkan membangun 259.808 rumah MBR.

Anggota REI tercatat 6.210 dan kurang lebih 5.200 di antaranya adalah pengembang menengah bawah yang bermain di perumahan subsidi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ilham Budhiman
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper