Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertahankan Kinerja, AP I Siapkan Tiga Skenario

Perseroan tidak menampik bahwa penurunan operasional akan terjadi pada tahun ini kendati tiga skenario telah dipersiapkan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 April 2020  |  15:46 WIB
Penumpang melintas di dekat layar informasi penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). -  ANTARA / Fikri Yusuf
Penumpang melintas di dekat layar informasi penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) telah mempersiapkan tiga skenario untuk tetap mempertahankan kinerja bisnis di tengah dampak pandemi Covid-19.

VP Corporate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan menjelaskan pendekatan skenario optimis, yakni apabila penerbangan akan mulai kembali bergairah pada Oktober (domestik)  dan Desember (internasional). Selanjutnya skenario moderat jika penerbangan mulai normal pada November (domestik) dan Januari 2021 (internasional) sedangkan skenario pesimis, yakni pada Desember 2020 (domestik) dan Febuari 2021 (internasional).

Perseroan tidak menampik bahwa penurunan operasional akan terjadi pada tahun ini kendati tiga skenario telah dipersiapkan. Penurunan kinerja telah terlihat terutama dengan melihat tren kinerja selama kuartal I/2020.

Selama periode tersebut telah mengalami penurunan hingga sekitar 8 persen atau hanya mencapai 17,4 juta penumpang dari 15 bandara yang dikelolanya.

"Saat ini kami masih terus mendalami dan mengevaluasi kondisi akibat Covid 19, sangat ketat bahkan dilakukan hari per hari. Dengan dilarangnya mudik oleh pemerintah, hal tersebut menjadi satu perhitungan variabel baru lagi untuk mencari seberapa jauh dampaknya bagi kami," jelasnya, kepada Bisnis.com, Selasa (28/4/2020).

Lebih jauh Handy menyebutkan untuk besaran angka kerugian masih dihitung lebih rinci lagi karena banyak variabel yang menjadi acuan. Namun, operator pelat merah tersebut tetap mengupayakan untuk memperkecil dampak finansial atas kinerja tahun ini

Pihaknya menuturkan hingga akhir pekan lalu telah ada sembilan puluh lima pesawat parkir longstay di 11 bandara kelolaannya.

Adapun, jumlah pesawat yang parkir longstay di masing-masing bandara yaitu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebanyak 30 pesawat. Selanjutnya Bandara Juanda Surabaya sebanyak 19 pesawat. Kemudian Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 12 pesawat.

Lalu, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sebanyak 5 pesawat, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo sebanyak 4 pesawat, Bandara Adi Soemarmo Solo 3 pesawat, Bandara Lombok Praya 5 pesawat, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin 8 pesawat, Bandara Sam Ratulangi Manado 7 pesawat, Bandara Pattimura Ambon 1 pesawat, serta Bandara Frans Kaisisepo Biak 1 pesawat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura i
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top