Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama Pandemi, Transportasi Umum Darat Lesu

Selain itu terjadi penurunan bus yang beroperasi pada terminal seluruh Indonesia pada Maret (setelah kasus Covid-19 pertama) dibandingkan dengan pada Februari sebesar 246.785 unit bus atau 18,35 persen.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 April 2020  |  13:52 WIB
Foto aerial terminal bus Kampung Rambutan yang sepi di Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial terminal bus Kampung Rambutan yang sepi di Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Data perjalanan sektor transportasi yang dikumpulkan Kementerian Perhubungan, menunjukkan pada masa pandemi Covid-19 selama Februari – Maret 2020 mengalami penurunan untuk semua moda transportasi umum.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan saat ini terdaftar 346 perusahaan bus antar kota antar provinsi (AKAP), 56 angkutan travel atau antar jemput antar provinsi (AJAP) dan 1.112 perusahaan bus pariwisata.

"Untuk angkutan jalan, data dari terminal penumpang bus seluruh Indonesia ada penurunan keberangkatan sebesar 17,24 persen dan kedatangan 22,04 persen," jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (27/4/2020).

Selain itu terjadi penurunan bus yang beroperasi pada terminal seluruh Indonesia pada Maret (setelah kasus Covid-19 pertama) dibandingkan dengan pada  Februari sebesar 246.785 unit bus atau 18,35 persen.

Jumlah penumpang bus juga mengalami penurunan pada Maret (setelah kasus Covid-19 pertama) dibandingkan dengan Februari sebesar 1.885.943 orang atau 19,57 persen.

Jumlah pengemudi dan asisten pengemudi bus pariwisata sebanyak 2.428 orang. Sedangkan tenaga kerja sebagai pengemudi, kapten dan asisten kapten Bus antar kota antar provinsi (AKAP) 3.900 oang. Keseluruhan ada 6.328 tenaga kerja pekerja transpartasi umum (bus AKAP dan bus Pariwisata) yang dirumahkan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak wabah Covid-19 diumumkan di Indonesia.

Belum lagi dengan mobilitas bus yang terhenti juga berpengaruh pada sejumlah rumah makan yang tutup. Bus-bus yang tidak singgah sementara waktu di rumah makan turut menambah pekerjanya yang menganggur.

Selanjutnya, untuk penumpang angkutan KA jarak jauh dan lokal menurun 27 persen. Adapun, penumpang MRT, KRL, KA Bandara dan LRT menurun 45,9 persen.

Penurunan juga terjadi di angkutan udara yang diambil dari 50 bandar udara selama Maret – 15 April 2020. Penumpang dalam negeri menurun 72,48 persen, penumpang luar negeri 98,95 persen. Pergerakan pesawat dalam negeri turun 57,42 persen, pergerakan pesawat luar negeri menurun 96,58 persen.

Hal yang sama juga terjadi di angkutan penyeberangan selama Maret – 15 April 2020 terhadap periode yang sama tahun 2019. Data di 7 pelabuhan penyeberangan, yaitu Merak, Bakauheni, Ketapang, Lembar, Batam, Bitung dan Kayangan, menunjukkan penurunan 23 persn pejalan kaki dan 13 persen kendaraan.

Sementara untuk angkutan laut selama 1 – 15 April 2020 terhadap periode yang sama tahun 2019 terjadi penurunan sebesar 76 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub organda
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top