Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pendaftar Kartu Prakerja

Pemerintah mencatat jumlah pendaftar hingga saat ini telah mencapai 8 juta pendaftar, namun tidak semuanya lolos proses pendaftaran awal.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 April 2020  |  18:19 WIB
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA
Ilustrasi - Kartu Prakerja - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mencatat jumlah pendaftar hingga saat ini telah mencapai 8 juta pendaftar, namun tidak semuanya lolos proses pendaftaran awal.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh calon pendaftar justru saat mengisi identitas diri.

Mungkin terlihat mudah, namun kebanyakan peserta gagal diverifikasi karena data pribadi yang diisi salah atau terjadi silap.

Dari jumlah 8 juta pendaftar tersebut, hanya setengahnya berhasil lolos verifikasi data diri dan bisa melanjutkan proses pendaftaran selanjutnya.

"Kebanyakan NIK-nya tidak bisa diverifikasi karena ada kesalahan memasukkan data, tapi sejalan dengan waktu makin banyak yang bisa masuk ke proses pendaftaran," katanya, Senin (27/4/2020).

Selain itu, Panji mengatakan kesalahan yang juga banyak dilakukan adalah saat mengunggah foto. Kegagalan terjadi karena foto yang diunggah peserta tidak dapat dibaca oleh sistem.

"Upload foto diri itu harus kami verifikasi dengan foto KTP, memang banyak peserta memberikan foto yang tidak bisa dibaca sistem," jelasnya.

Meski demikian, kata Panji, jika terjadi kegagalan karena foto yang tidak dapat dibaca sistem, calon peserta masih bisa kembali mengunggahnya dengan mengikuti pendaftaran gelombang selanjutnya.

Seperti diketahui, Program Kartu Prakerja tersebut dibuka untuk 5,6 juta orang dengan anggaran sebesar Rp20 triliun. Pendaftaran akan dibuka setiap pekan hingga akhir tahun.

Jika peserta telah menyelesaikan proses pendaftaran dan berhasil, maka peserta yang telah tersaring akan dipilih secara acak untuk mengikuti gelombang pelatihan.

Setiap gelombang dibatasi hanya untuk 200.000 peserta. Jika tidak terpilih pada gelombang tersebut, calon peserta masih bisa mengikuti pelatihan di gelombang selanjutnya.

Peserta akan mendapatkan Rp1 juta yang hanya bisa dipergunakan untuk pelatihan di platform digital. Paltform dan jenis pelatihan bebas dipilih oleh peserta sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Jika telah menyelesaikan pelatihan pertama, maka peserta akan menerima insentif sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, ditransfer ke rekening bank atau e-wallet peserta.

Peserta juga akan mendapatkan insentif survei sebesar Rp150.000 dengan mengisi sebanyak 3 survei, sehingga total insentif Program Kartu Prakerja yang didapat peserta adalah sebesar Rp3,55 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu prakerja covid-19
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top