Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Hunian di Inggris Anjlok Akibat Covid-19

Kuncian yang dilakukan Pemerintah Inggris telah berdampak terhadap skala dan kecepatan pengembang dalam membangun rumah.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 27 April 2020  |  08:06 WIB
Pembangunan perumahan di Inggris. - Bloomberg
Pembangunan perumahan di Inggris. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Analisis broker properti Knight Frank LLP memperkirakan bahwa Inggris akan membangun rumah 35% lebih sedikit dari perkiraan tahun ini, bahkan beberapa pengembang terbesar di negara itu berencana untuk kembali ke sektor konstruksi.

Penetapan jaga jarak sosial akibat Covid-19 telah memukul baik pembangunan maupun permintaan sehingga jumlah rumah pribadi yang dibangun pada tahun ini diperkirakan menjadi 56.000 lebih kecil dari prediksi Kantor Pertanggungjawaban Anggaran Inggris.

Kepala Pengembangan Perumahan Knight Frank Justin Gaze mengatakan bahwa efek hantaman dari langkah-langkah kuncian pemerintah telah berdampak terhadap skala dan kecepatan pengembang dalam membangun rumah.

"Pengembang berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mematuhi kontrol sosial yang ketat dan juga makin berkurangnya ketersediaan pekerja terampil," katanya dalam sebuah laporan seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/4/2020).

Persimmon Plc., Vistry Group Plc., dan Taylor Wimpey Plc. mengatakan bahwa mereka berencana untuk kembali ke sektor konstruksi dalam beberapa minggu mendatang.

Pasalnya, pembangunan perumahan cenderung turun bahkan lebih rendah daripada tahun-tahun setelah krisis keuangan global.

"Ada banyak sekali masalah yang terkait dengan rantai pasokan, misalnya, dengan tanda tanya tentang ketersediaan bahan bangunan, pengiriman, distribusi, dan tenaga kerja," kata Knight Frank.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top