Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertamina MOR III Prediksi Peningkatan Konsumsi LPG

Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini, tingkat konsumsi LPG masyarakat di wilayah MOR III terpantau meningkat dibandingkan dengan rata-rata harian normal.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 April 2020  |  18:01 WIB
Pekerja menata tabung LPG 3 kilogram di salah satu agen gas di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menata tabung LPG 3 kilogram di salah satu agen gas di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan peningkatan konsumsi LPG untuk wilayah Marketing Operation Region III yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada periode Ramadan dan Idulfitri.

General Manager MOR III Tengku Fernanda menjelaskan selama masa pembatasan sosial skala besar (PSBB) ini, tingkat konsumsi LPG masyarakat di wilayah MOR III terpantau meningkat dibandingkan dengan rata-rata harian normal.

Adapun, sepanjang April 2020, Pertamina MOR III mencatat peningkatan LPG subsidi 3 kg sebesar 11 persen menjadi 7.214 metrik ton (MT)  per hari dibandingkan rata-rata konsumsi harian pada Januari-Februari 2020 sebanyak 6.504 MT per hari.

“Dalam menghadapi Ramadhan, Idul Fitri, dan pandemi Covid-19, sebagian besar pekerja di Pertamina MOR III tidak melakukan WFH (work from home), karena harus menjalankan operasional seperti di Fuel Terminal, Depot LPG untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke masyarakat,” jelasnya dalam virtual press conference, Jumat (24/4/2020).

Di sisi lain, Tengku menjelaskan bahwa,adanya larangan mudik membuat konsumsi BBM merosot cukup dalam yang mulai terlihat sejak April 2020. Namun, penurunan konsumsi BBM tersebut telah berlangsung sejak Maret 2020.

“Selama PSBB masih berlaku dan WFH tetap diberlakukan, kami rasa gambaran proyeksi penjualan akan seperti ini sampai akhir masa akhir tahun ini,” jelasnya.

Sepanjang April 2020, konsumsi gasoline tercatat turun sebesar 35 persen menjadi 17.316 kiloliter (kl) per hari jika dibandingkan rata-rata konsumsi normal yakni pada Januari dan Februari 26.247 kl. Sementara itu konsumsi gasoil turun 26 persen dari rata-rata konsumsi normal 9.811 kl per hari.

Selain itu, Pertamina MOR III mencatat penurunan konsumsi pada BBM jenis avtur, Pertamina MOR III memiliki 5 Depot Pengisian Pesawat Udara yakni DPPU Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma, Husein, Kertajati, dan Pondok Cabe.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, permintaan BBM jenis avtur turut mengalami penurunan. Namun hal tersebut juga telah diperhitungkan dan mendukung kebijakan Pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Rata-rata konsumsi avtur di wilayah MOR III pada kondisi normal adalah lebih dari 6.000 kl per hari. Pada masa Ramadan, Idulfitri, Covid-19, kami memperkirakan penurunan konsumsi hingga 50 persen,” ungkapnya.

Padahal, momen Ramadan dan Lebaran biasanya menjadi momentum untuk menjual BBM lebih banyak jika dibandingkan dengan konsumsi pada hari-hari normal.

Pada periode mudik tahun lalu, konsumsi gasoline normal tercatat sebanyak 26. 756 kl per hari dan naik 10  persen menjadi 29.029 kl per hari. Sementara itu, untuk BBM jenis gasoil 9.868 kl turun 9 persen menjadi 8.862 KL per hari pada periode tersebut, sedangkan konsumsi avtur hanya meningkat tipis 5 persen karena adanya sentiment kenaikan harga tiket pesawat.

“Strategi kami yaitu tetap membuat posko satgas di kantor MOR, kami tetap monitor stok BBM dan LPG, kami memastikan stok kami,” ungkapnya.

Kendati pemerintah telah memberlakukan aturan larangan mudik, Pertamina MOR III tetap memastikan pastokan BBM dan LPG tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Tengku mengatakan pihaknya terus memonitor perkembangan tingkat permintaan konsumsi, terutama untuk LPG.

“Pertamina juga telah melakukan tambahan pasokan (fakultatif) untuk LPG di wilayah MOR III, yang distribusikan kepada masyarakat melalui agen dan pangkalan LPG resmi Pertamina,” tambahnya.

Di lain pihak, VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa, pada Ramadan kali ini Pertamina memprediksi konsumsi BBM akan berada di kisaran 110.034 kl per hari atau turun 20 persen jika  dibandingkan dengan kondisi normal. Target itu jauh dibawah konsumsi pada Ramadan tahun lalu yang mencapai sekitar 138.318 kl per hari.

Kendati memproyeksikan penurunan konsumsi, Pertamina tetap membentuk tim satgas yang bertugas memonitor pergerakkan kebutuhan BBM dan LPG selama Ramadan dan Idulfitri. Pada masa tersebut, sejumlah terminal BBM dan LPG akan beroperasi 24 jam.

“Meski konsumsi BBM saat ini menurun dibanding tahun lalu, tetapi Pertamina tetap siaga mengamankan pasokan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dapat terpenuhi dengan baik, sehingga ibadah pun berjalan lancar,” katanya.

Fajriyah menambahkan, Pertamina juga tetap siaga mengamankan pasokan BBM di sepanjang jalur utama tol maupun arteri. Kendati pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik, seluruh SPBU di jalur utama tetap beroperasi untuk mengamankan pasokan BBM bagi angkutan logistik, sembako, alat kesehatan serta angkutan kebutuhan penting lainnya yang diperbolehkan beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top