Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal THR Pekerja, Menperin: Industri Punya Iktikad Baik Bayar Kewajibannya

Pelaku industri akan menempuh segala cara untuk dapat membayarkan THR para pekerja.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 21 April 2020  |  18:10 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau pabrik PT Kalbio Global Medika di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau pabrik PT Kalbio Global Medika di kawasan industri Cikarang, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku bisnis punya itikad baik untuk membayarakan tunjangan hari raya (THR) pekerja meski dengan cara mencicil ataupun menggunakan pinjamaan pendanaan eksternal.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sejauh ini sesuai laporan, perusahaan ada yang sudah melakukan dialog agar bisa mencicil pembayaran THR.

"Memang dalam laporannya ada perusahaan yang bisa dengan mudah dialog [dengan pekerja], ada yang berhasil ada yang ga berhasil. Jadi ini industri masih nego," katanya, dalam video conference, Selasa (21/4/2020).

Agus menganggap, THR itu merupakan hak untuk pekerja yang sudah dilindungi secara hukum. Bahkan, dalam rapat kabinet, telah mengusulkan adanya satu ruang fiskal untuk memberikan pinjaman kepada industri yang sifatnya soft loan agar bisa bayar THR tanpa harus dicicil.

"Dalam bebrapa pertemuan dengan asosiasi dan industri, mereka ada itikad baik agar bisa bayar THR walau konsekuensinya pinjam uang pada bank. Asal bisa bayar THR, saya lihat tidak ada itikad jelek," tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian meminta kepada pelaku usaha industri otomotif agar memenuhi hak pekerja di tengah pandemi corona.
Industri otomotif Tanah Air menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup besar akibat pandemi corona. Hal ini membuat efek berantai yang kurang baik, mulai dari industri komponen hingga pada tenaga kerja karena ada produsen kendaraan yang mengurangi kegiatan produksinya.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada pelaku industri otomotif dapat memastikan bahwa hak-hak pekerjanya bisa terpenuhi, seperti Tunjangan Hari Raya (THR) yang diharapkan dapat dibayar tepat waktu,” jelas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2020).

Lebih lanjut, kata Menperin, pihaknya juga mendorong kepada pelaku industri otomotif agar tetap memenuhi hak-hak pekerja yang sementara waktu dirumahkan akibat beberapa pabrik melakukan penghentian sementara atau menurunkan produksinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri kemenperin thr
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top