Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona, BKPM: Proyek Infrastruktur dan Tambang Silahkan Jalan Terus

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan sejauh ini komitmen investasi dalam negeri sudah berjalan sekitar 60 - 70 persen, sementara 30 persen baru mau jalan
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 20 April 2020  |  11:55 WIB
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Petugas mengawasi proses penimbunan batu bara di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Minggu (3/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berkomitmen terus mendukung berjalannya investasi dari dalam dan luar negeri di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan sejauh ini komitmen investasi dalam negeri sudah berjalan sekitar 60 - 70 persen, sementara 30 persen baru mau jalan. Akan tetapi, pihaknya mempersilahkan, sektor-sektor investasi tertentu diharapkan tetap berjalan kendati di tengah penerapan PSBB di sejumlah daerah.

"Pada bidang-bidang tertentu akan tetap jalan, seperti pertambangan dan infrastruktur tetap jalan. Tetapi tetap sesuai protokol PSBB," katanya dalam paparan kinerja BKPM kuartal I/2020, Senin (20/4/2020).

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi dalam negeri pada kuartal I/2020 sebesar Rp210,07 triliun dari 25,292 proyek.

Angka ini meningkat 1,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019. Adapun, sektor yang memimpin adalah transportasi gudang dan telekomunikasi.

Dari total tersebut, realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar tumbuh 25 persen menjadi Rp112,7 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp87,2 triliun dan naik 9 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019.

Sementara itu realisasi penanaman modal luar negeri mencapai Rp98, triliun turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp107,9 triliun. Namun, jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019, nilainya naik sebesar 7 persen.

"Di masa kepemimpinan Jokowi Ma'ruf, programnya adalah transformasi ekonomi untuk peningkatan nilai tambah. Ini untuk hilirisasi sudah bagus realisasinya," tegas Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm investasi asing
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top