Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi -2,2 Persen Bagaimana Dampaknya Ke RI?

Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan sangat terdampak oleh adanya wabah corona.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 14 April 2020  |  15:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 tingkat menteri di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam Rakor tersebut dihasilkan beberapa hal salah satunya mencangkup PPH Pasal 21 yang akan ditanggung Pemerintah untuk industri. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 tingkat menteri di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Dalam Rakor tersebut dihasilkan beberapa hal salah satunya mencangkup PPH Pasal 21 yang akan ditanggung Pemerintah untuk industri. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, wabah corona telah melanda 210 negara, sehingga berdampak kepada perekonomian global.

Dalam rapat kerja pembahasan RUU Cipta Kerja dengan Badan Legislatif DPR, Airlangga mengatakan pada awalnya Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini mencapai 3,3 persen. Namun adanya wabah corona, membuat sejumlah lembaga peneliti memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia bisa anjlok ke level -2.2 persen.

“Pertumbuhan ekonomi bisa -2,2%. Ini penilaiannya bervariasi di berbagai rating agency. Ekonomi dunia pun sudah menyusut US$5 triliun,” katanya, Selasa (14/4/2020).

Dia melanjutkan, dampak dari kondisi tersebut beberapa negara telah mengeluarkan strategi. Salah satunya  India yang melakukan lockdown yang malah justru menurunkan perekonomian nasionalnya hingga US$100 miliar. Hal itu membuat India sedang mencari strategi lain.

“Di sektor keuangan, selain Indonesia, di negara lain juga turun. Di Indonesia terjadi capital outflow,” ujarnya.

Adapun, terkait dampaknya terhadap ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia dia memprediksi pada tahun ini hanya akan tumbuh 2,3 persen

“Kondisi itu berdampak pada peningkatan kemiskinan dan pengangguran. jumlah penganggur meningkat dan wilayah yang terdampak paling besar yakni Jawa, kemudian Sumatera dan Bali-Nusa Tenggara. Tingkat pengangguran terbuka yang awalnya ditargetkan turun ke 5 persen, tahun ini bisa naik ke 7 persen, kemiskinan akan naik ke 9,9 persen,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertumbuhan ekonomi indonesia pertumbuhan ekonomi global
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top