Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CPP Gundih Pertamina Alami Gangguan

CPP Gundih memproduksi gas sebesar 50 MMSCFD yang disalurkan ke konsumen antara lain PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang dan PGN Jargas Blora dan Jargas semarang.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 09 April 2020  |  13:15 WIB
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP -  Istimewa / Pertamina
Karyawan Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih bagian dari aset PT Pertamina EP - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA - Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih tengah distabilisasi pascagangguan yang terjadi pada Kamis (9/4/2020).

Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto menjelaskan gangguan terjadi di area thermal oxidizer (TOX) yang mengakibatkan keluarnya percikan api di fasilitas tersebut.

"Sekira pukul 09.40 WIB kami mendapatkan informasi adanya gangguan di area TOX di CPP Gundih. Dari kejadian tersebut mengakibatkan adanya api yang muncul di fasilitas tersebut", ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (9/4/2020).

Lebih lanjut, tim Penanganan Keadaan Darurat PT Pertamina EP Cepu Field turun ke lapangan melakukan upaya stabilisasi seluruh fasilitas di CPP Gundih dan api di fasilitas TOX sudah berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.

Selain itu, Agus menambahkan bahwa saat ini tim PKD masih terus menjaga fasilitas CPP Gundih untuk mengamankan hingga kondisi stabil.

"Saat ini operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi. Seluruh pekerja didalam area CPP Gundih sudah dievakuasi, Fire Truck 2 unit serta ambulance dan paramedic kami standby di lokasi", jelas Agus.

Adapun, CPP Gundih memproduksi gas sebesar 50 MMSCFD yang disalurkan ke konsumen antara lain PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang dan PGN Jargas Blora dan Jargas semarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas gangguan
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top